Senin, 27 April 2026

Bayi Dimutilasi di Tegal Alur

Inilah Kronologi Ibu Potong Kelamin dan Tangan Anak Kandung

Aipda Dedi Siregar terkejut begitu melihat istrinya, Mudmainah (28) telanjang di kamar. Di depannya, Arjuna (1), tewas berlumur darah.

Editor: Suprapto
Dokumentasi Warga
Mudmainah alias Iin (28) yang duduk terdiam setelah memutilasi anaknya di kontrakan di Gang Jaya 24, RT 04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Aipda Dedi Siregar terkejut begitu melihat istrinya, Mudmainah (28) telanjang di kamar.

Di depannya, Arjuna (1), tewas berlumur darah dalam keadaan tangan, alat kelamin, dan jari dipotong-potong.

BACA : Ibu Pemutilasi Anak Kandung Diperiksa di Ruang Isolasi RS Polri

Inilah kronologi mutilasi yang dilakukan Mudmainah terhadap anak kandungnya.

1. Aipda Deni Siregar pulang ke rumah kontrakannya di Jalan Jaya 24, RT 04/10 No 24, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10) malam sekitar pukul 19.40. Pintu dikunci dari dalam.

BACA: Ibu Pemutilasi Anak Kandung Sering Ancam Suami

Akhirnya pintu dicongkel menggunakan obeng.

2. Ia memergoki istrinya Mudmainah alias Iin (28) dalam keadaan tanpa busana di kamar, hanya memakai sarung, duduk di kasur.

Di sampingnya tergeletak jasad anak kandung mereka, Arjuna, yang baru berusia satu tahun. Arjuna sudah tewas setelah dimutilasi oleh Iin. Bocah laki-laki itu dipotong tangan, jari, dan alat vitalnya.

3. Deni meminta pertolongan tetangganya. Para tetangga berkumpul di kontrakan Deni.

4. Selain memutilasi anak laki-lakinya, Iin juga sempat memotong telinga anak pertamanya, Kha, yang berusia 2 tahun.

Beruntung bocah perempuan itu bisa diselamatkan. Menurut tetangga, Kha sempat menangis dan mengerang kesakitan.

5. Polisi memeriksa kondisi psikologis Iin (28) di ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/10).

Jasad Arjuna diautopsi, sedangkan Kha mendapat perawatan.

BACA: INILAH 5 KASUS MUTILASI PALING SADIS TAHUN INI

Siapa Mudmainah?

Ibu pemutilasi anaknya sendiri, Mudmainah (28), ternyata karakternya pendiam sejak sebelum menikah.

Teman kecilnya, Abdul Rohim (33), menceritakan hal itu kepada Wartakotalive.com, Senin (3/10).

Menurut Rohim, Mudmainah lahir di keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai sopir taksi blue bird. Rumah keluarganya hanya berbeda 2 gang dari kontrakannya sekarang.

Sejak kecil, kata Rohim, Mudmainah memang pendiam di antara rekan-rekannya.

Saat Mudmainah menikah dengan Aipda Deni Siregar, dia sempat diajak mengontrak agak jauh dari rumah orangtuanya.

Tapi ibunya tak setuju, bahkan menjemput Mudmainah agar mengontrak di dekat rumah keluarga saja.

Di awal pernikahan, Mudmainah dan Aipda Deni tak lekas dikarunia anak. Bahkan Mudmainah memilih mengangkat anak dulu.

"Saya bingung, sudah punya anak kandung kok dimutilasi," kata Rohim.

Sementara itu, soal kondisi keluarga Mudmainah, Rohim menceritakan bahwa Mudmainah adalah anak keempat dari lima bersaudara.

Tiga kakaknya, kata Deni, punya kekurangan masing-masing. Kakak pertamanya tuna rungu, lalu kakak kedua dan ketiganya punya kelainan mental.

"Itu semua kakaknya sudah menikah dan baik-baik semua sama anaknya," kata Rohim.

Sebelumnya, sebuah lorong kontrakan sempit di Jalan Jaya 24, RT 4/10, Kelurahan Cengkarengbarat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat mendadak geger, Minggu (2/10).

Mudmainah ketahuan memutilasi anak keduanya dan potongan tubuh hasil mutilasi diletakkan di piring.

Bahkan Mudmainah dalam kondisi telanjang saat dipergoki suaminya sendiri yang berprofesi sebagai polisi.

mutilasi

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved