Aa Gatot dan Narkoba

Dua Pemain Film DPO Akan Diperiksa Terkait Senjata Api Ilegal Gatot Brajamusti

Polisi kembali memanggil dua bintang Film Detachment Police Operation (DPO) di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

YouTube
Gatot Brajamusti saat berakting di Film DPO. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Usai memeriksa artis Nadine Chandta Winata, penyidik dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali memanggil dua bintang Film Detachment Police Operation (DPO) di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

Dua artis itu akan diperiksa terkait kepemilikan senjata api dari Aa Gatot.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan senjata api ilegal untuk melengkapi berkas, hari ini polisi kembali memeriksa saksi-saksi terkait kasus tersebut.

"Iya hari ini ada dua artis yang diperiksa. Nabila Putri (dijadwalkan diperiksa) jam 10.00 WIB, Toro Margens jam 13.00 WIB," kata Budi saat dihubungi di Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

Menurutnya dua pemain film tersebut belum memberikan keterangan untuk kedatangan terkait pemeriksaan tersebut.

Belum ada tanda-tanda keduanya bakal memenuhi panggilan penyidik Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Hingga berita ini ditulis, Nabila belum juga tiba di Mapolda Metro Jaya.

"Tidak ada konfirmasi kehadiran. Tapi yang jelas kita sudah menjadwalkan pemanggilan hari ini. Kita tunggu saja," ucapnya.

Kedua artis itu, kata dia, diperiksa terkait kepemilikan senpi ilegal Aa Gatot. Apalagi berdasarkan pengakuan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) itu, senjata api ilegal tersebut pernah digunakan untuk bermain di dua filmnya, yakni Azrax dan DPO.

"Pemeriksaan saksi ini masih terkait kasus senpi Aa Gatot," ucapnya.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved