PON XIX

Ketua KONI DKI : Perolehan Emas Kami Harusnya Lebih Banyak

KONI DKI Jakarta berpendapat bahwa perolehan medali emas mereka di PON XIX Jawa Barat harusnya bisa jauh lebih banyak.

Ketua KONI DKI : Perolehan Emas Kami Harusnya Lebih Banyak
Capture/@SheepG0D
Beredar postingan video dan foto di media sosial tentang pemukulan terhadap diduga atlet yang dilakukan oknum aparat pada pertandingan polo air yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (19/9/2016). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta berpendapat bahwa perolehan medali emas mereka di PON XIX Jawa Barat (Jabar) harusnya bisa jauh lebih banyak.

Ketua KONI DKI Jakarta, Ervian Raja Sapta pada Senin (3/10) mengatakan, faktor kurangnya perolehan medali emas disebabkan oleh insiden ricuh di PON XIX Jabar kemarin.

"Banyak kecurangan yang terjadi. Wasit tidak fair. Administrasi pemain kami dihambat sehingga tidak boleh bertanding, dan banyak lagi. Kalau itu semua tidak ada, emas kami harusnya lebih banyak, " kata Ervian.

Untuk diketahui, Ervian pada awal September lalu menargetkan DKI Jakarta memboyong 195 medali emas. Di PON XIX Jabar kemarin, DKI Jakarta hanya sukses membawa pulang 132 medali emas.

Dengan tambahan 124 medali perak dan 118 medali perunggu, DKI Jakarta memperoleh total 374 medali.

Perolehan medali terbanyak sendiri diperoleh tuan rumah Jabar, dengan total 531 medali. Rincian medali Jabar adalah 217 medali emas, serta medali perak dan perunggu masing-masing 157 keping.

Tidak tertibnya suporter selama PON berjalan, dinilai Ervian, juga membawa dampak buruk pada performa atlet DKI Jakarta.

"Apalagi kalau sudah masuk final. Contohnya seperti hoki kemarin. Pemain kami main sambil ditimpuki botol. Bagaimana mau menang kalau pemain tidak bisa konsentrasi. Padahal saat itu posisinya kami sudah leading 1-0," kata Ervian.

Contoh kecacatan pelaksaan PON XIX Jabar lainnya adalah saat pertandingan sepatu roda.

"Harusnya kan dihitung dengan timer, sesuai standar internasional. Tapi ini tidak. Dihitungnya manual. Penentuan pemenangnya pun dinyatakan secara manual," katanya.

Penulis: z--
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved