Catut Brimob dan BNN Saat Memalak, 2 Pemuda Dihajar Massa

Dua pemuda tanggung mengaku-ngaku sebagai anggota Brimob dan BNN saat memalak tukang parkir di depan klab malam di Kemang dihajar massa.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor: Max Agung Pribadi
Dua pemuda tanggung dihajar massa dan ditelanjangi karena mengaku-ngaku sebagai anggota Brimob dan BNN saat memalak tukang parkir di depan klab malam Venue Bar & Lounge di kawasan Kemang, Jalan Kemang Selatan, Mampang Prapatan, Minggu (2/10/2016) pagi. 

WARTAKOTA, MAMPANGPRAPATAN-Dua pemuda tanggung, IP (17) dan F (17) mengaku-ngaku sebagai anggota Brimob dan BNN saat memalak tukang parkir di depan klab malam Venue Bar & Lounge di kawasan Kemang, Jalan Kemang Selatan, Mampang Prapatan, Minggu (2/10/2016) pagi. Akibatnya, keduanya dihajar massa dan ditelanjangi.

Seorang petugas keamanan gedung di kawasan Kemang Selatan, Teguh Hendrawan (42) mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00. Kedua remaja itu dihakimi beramai-ramai karena massa kesal pada ulah keduanya yang memalak para tukang parkir di depan Venue.

"Ada sekitar empat orang, mereka berkeliaran di depan Venue. Mereka itu mintain duit ke tukang parkir yang ada di depan kafe itu. Mereka mengaku anggota Brimob dan BNN, bilangnya untuk jatah keamanan," kata Teguh di lokasi kejadian, Minggu (2/10/2016).

Dikatakan Teguh, sebelum melakukan penghakiman, warga dan para tukang parkir menolak memberi uang karena mereka curiga dengan umur para pemalak. Adu mulut pun terjadi hingga akhirnya kawanan remaja tanggung itu dihajar beramai-ramai. Namun, dua dari empat kawanan pemalak itu berhasil kabur.

"Mereka lalu dihajar ramai-ramai, lalu ditelanjangi oleh warga sampai hanya pakai celana dalamnya saja," tutur Teguh.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu AKP Triyogo Handoyo mengatakan, mendengar adanya kasus tersebut, polisi langsung bergerak mengamankan dua remaja tanggung tersebut. Keduanya mengalami luka pada bagian mulut dan tangan akibat diamuk massa.

"Saat diperiksa, keduanya, yakni IP dan F itu ternyata masih sekolah. Mereka mengakui melakukan pemalakan secara paksa dan mengaku-aku sebagai Brimob dan BNN. Kami langsung panggil itu orangtuanya dan mereka kaget anaknya seperti itu," katanya.

Triyogo menjelaskan, kedua remaja tanggung itu telah diserahkan kepada orangtua masing-masing. Namun, proses hukum tetap diberlakukan karena keduanya telah melakukan tindak kriminalitas di jalanan. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved