Kamis, 30 April 2026

Waduk Rawa Lindung Masih Terbengkalai

Kondisi tersebut tak ayal menyulitkan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Tayang:
Warta Kota/Dwi Rizki
Lama sejak ditinjau langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pada pertengahan tahun 2013, revitalisasi Waduk Rawa Lindung yang berada di RW 05 Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan kini terbengkalai. Akibatnya, genangan masih terjadi di Komplek Perdata hingga Jalan M Saidi Raya walau hujan turun sebentar. 

WARTA KOTA, PESANGGRAHAN - Lama sejak ditinjau langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pada pertengahan tahun 2013, revitalisasi Waduk Rawa Lindung yang berada di RW 05 Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan kini terbengkalai. Akibatnya, genangan masih terjadi di Komplek Perdata hingga Jalan M Saidi Raya walau hujan turun sebentar.

Pemandangan tersebut seperti yang terlihat ketika Warta Kota menyambangi lokasi pada Selasa (27/9) lalu. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan, khususnya Petukangan Selatan pada sekira pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB menyulap Jalan M Saidi Raya selebar enam meter menjadi kali dengan kedalaman hingga 40 cm.

Kondisi tersebut tak ayal menyulitkan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Banyak pengendara yang terpaksa berputar arah atau menunggu air berangsur surut, tetapi tidak sedikit pula yang menerobos genangan walau berakhir dengan berbasah-basahan.

"Ternyata gagal, mati motor saya. Emang biasa begini nih kalo ujan, banjir. Biasanya motor saya lancar, mungkin kedaleman (genangan-red) kali, makanya businya kena," ungkap seorang pengendara sepeda motor Yamaha Mio B3090EFZ mendorong sepeda motornya ketepian jalan yang lebih tinggi dan kering.

Selain pengendara motor, utamanya keluhan disampaikan oleh warga sekitar, Nur (45) warga 05/03 Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan misalnya. Genangan tersebut diungkapkannya berasal dari saluran air yang Komplek Perdata menuju Waduk Rawa Lindung yang tersendat.

Sehingga, lanjutnya, air yang seharusnya mengalir masuk ke dalam waduk seluas 1,1 hektar itu menyebar ke seluruh ruas jalan Komplek dan RW 05 Petukangan Selatan hingga Jalan M Saidi Raya.

"Jadi yang masalahnya itu sepele, cuma saluran air aja yang kecil, jadi air ngembeng (genang-red) di komplek nggak masuk ke setu (Waduk Rawa Lindung-red). Bisa dilihat kalo pas banjir, di setu itu cetek (dangkal-red), di komplek sama di jalan udah sedengkul banjirnya," ungkapnya kesal.

Terkait hal tersebut, Dodi (52) tetangga Nur menyampaikan agar Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan dapat secepatnya memperbaiki saluran air yang diketahui hanya berukuran sekitar 100 meter persegi. Pasalnya, ukuran saluran tersebut tidak dapat menampung debit air yang masuk, mengingat Komplek Perdata maupun RW 05 merupakan muara dari RW lainnya di Petukangan Selatan.

"Wilayah sini memang paling rendah dibandingin RW lain, jadinya air lari (mengalir-red) ke sini semua. Banjir. Tolong cepat diperbaikin, masa sih masalah kayak gini aja nggak kelar-kelar dari jaman pak Jokowi," ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga, Camat Pesanggrahan, Agus Irwanto menyampaikan jika permasalahan banjir yang terjadi di Komplek Perdata maupun Jalan M Saidi tersebut lantaran lahan yang diperuntukan sebagai saluran air yang menuju Waduk Rawa Lindung belum dibebaskan. Akibatnya, air hujan yang terkumpul dalam saluran air tersendat masuk ke dalam waduk hingga menggenangi permukiman warga di Komplek Perdata hingga Jalan M Saidi.

Pihaknya pun tidak dapat berbuat banyak, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang diterjunkan hanya membebaskan sampah dari jaring dalam saluran air yang tersumbat. Sementara, air yang luber hingga mengenangi Jalan M Saidi dibiarkan hingga surut dengan sendirinya.

"Kewenangan pembangunan Waduk Rawa Lindung dipegang Dinas Tata Air (DKI Jakarta-red), penanganan hanya sebatas membersihkan sampah saja. Mereka sudah beberapa kali datang untuk pengukuran, tapi belum ada tindak lanjut lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan menyampaikan alasan mengapa pembangunan Waduk Rawa Lindung belum dilanjutkan lantaran lahan yang ditunjukkan sebagai saluran air penghubung Waduk Rawa Lindung yang berasal dari Komplek Perdata maupun saluran air keluar menuju Kali Uangan itu belum dibebaskan.

Walau begitu, pihaknya telah melakukan pendataan sekaligus penilaian bidang lahan warga di wilayah RW 05 Petukangan Selatan yang belum dibebaskan. Hanya saja, pembebasan lahan dikatakannya masih terkendala Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan yang belum dicairkan.

"Pendataan dan penilaian sudah dilakukan, tinggal dibayarkan. Masih tunggu APBD Perubahan, target tahun ini selesai dibebaskan untuk dilanjutkan pembangunannya tahun depan (2017-red). Kalau sudah selesai, genangan di Petukangan Selatan pasti hilang," ungkapnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved