Sabtu, 11 April 2026

Setiadi Rajin Kumpulkan Uang Koin Rp 1.000 dan Berhasil Membeli Honda CBR

Dengan ketelatenan, akhirnya koin Rp 1.000 mencukupi untuk membeli sepeda motor Honda CBR.

Penulis: Budi Sam Law Malau |

WARTA KOTA, DEPOK -- Dengan ketelatenan dan keuletan, akhirnya koin Rp 1.000 mencukupi untuk membeli sepeda motor Honda CBR seharga Rp 33,4 juta.

Setiadi (45), warga Perumahan Pancoranmas Permai Blok H-9, RT 7 RW 7, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, diketahui membeli motor Honda CBR berkapasitas 150 CC, dengan uang koin pecahan Rp 1000 ke dealer Honda Motor Care di Jalan Sawangan, Pancoran Mas, Depok.

Baca juga: Hotman Tantang Mario Teguh, Siap Bayar Gajinya Jika Kalah, Selama Lima Tahun

Harga motor yang dibelinya seharga Rp 33,4 Juta. Sementara uang koin Rp 1000 miliknya ditaksir sebanyak Rp 32 Juta.

Uang dibawa dengan ember cat 25 Kg serta sekardus besar berisi 14 plastik uang koin.

Saat dihubungi Senin sore, Setiadi mengaku telah mengumpulkan koin sebanyak itu sejak lima tahun lalu atau sejak 2011.

Alasannya, Setiadi mengaku hanya iseng saja dan cukup tertarik dengan bentuk uang koin Rp 1.000.

"Jadi, awalnya iseng, karena bentuk uang koin Rp 1.000 bagus dan bikin saya tertarik. Awalnya saya kumpulkan dalam toples. Lalu saya sering juga nuker dengan teman yang kerja di tol untuk dapat uang koin itu," katanya yang bekerja sebagai vendor perusahaan otomotif Astra tersebut.

Namun kata dia lama kelamaan uang koin yang dikumpulkan makin banyak. Ia lalu menaruhnya dalam ember bekas cat.

Sebelum banyak seperti sekarang, Ia bahkan pernah juga berniat membagikan uang itu ke anak-anak, saat Lebaran.

"Tapi, ternyata lebih baik baginya uang kertas saja. Apalagi keluarga ikut bantuin juga naruh koin di ember cat saya," katanya.

Akhirnya kata dia, ia berniat benar-benar mengumpulkan uang koin untuk menyalurkan hobinya memiliki motor sports.

Menurutnya, dengan menyimpan uang koin jauh lebih aman jika ia menabung di bank dengan ATM.

"Sebab, kalau kita nabung di ATM, pasti uangnya kepakai terus jika ada keperluan.

Bahkan kalau gak ada keperluan pun, kita tergoda untuk menggunakanya. Mulai mau beli sepatu barulah, ponsel baru, atau lainnya," kata dia.

Akhirnya, kata Setiadi keinginannya membeli motor sports pun terwujud dengan uang koin yang dikumpulkannya kini.

"Alhamdulilah, sudah cukup untuk beli motor dan cuma perlu ditambahi sedikit lagi," katanya.

Sebelumnya, sales konter dealer Motor Honda Care, Yulia Angraini menuturkan pihaknya menerima uang koin pecahan Rp 1.000 dari Setiadi, Minggu (25/9/2016).

Uang disaimpan dalam satu ember cat ukuran 25 kg serta dalam kardus berisi 14 kantong plastik berisi uang koin.

Uang diantar dengan mobil oleh Setiadi dengan anaknya.

"Uang koin dibawa dalam ember ukuran cat 25 kg, dan sebuah kardus berisi 14 kantong plastik yang isinya uang koin semua," kata Yuilia.

Menurut Yulia, Setiadi bekerja sebagai vendor di perusahaan otomotif Astra. 

"Sejak menerima uang itu, kami pihak dealer menurunkan 5 sampai 6 pekerja untuk menghitung duit yang diberikan Setiadi, sejak Senin pagi ini," katanya.

‪Sampai Senin sore, pihaknya telah menghitung sebanyak sekitar Rp 12 juta duit koin.

Ditargetkan, kata Yulia, penghitungan selesai, Selasa besok.

"Selain itu, duitnya juga masih kurang Rp 1,4 juta dari pembeli," ujarnya.‬

‪Setelah penghitungan selesai, katanya, pihaknya akan mengirimkan motor yang dibeli Setiadi dengan diantar langsung ke rumahnya.

"Pembelinya ini mengaku telah mengumpulkan duit koin sejak lima tahun lalu. Kami tidak tahu alasan ia membeli motor dengan koin," kata Yulia.

Yang jelas, kata dia, hal ini bukanlah rekayasa atau strategi marketing yang sedang dijalankan pihaknya.

"Ini sama sekali bukan strategi marketing," kata Yulia.

Ia juga menjelaskan awal adanya rencana pembelian motor dari Setiadi dengan uang koin sudah disampaikan Setiadi ke pihak dealer, sejak dua bulan lalu.

Saat itu katanya Setiadi menelpon ke kantornya.

"Kebetulan, saya yang jawab. Dari pembicaraan telepon, dia bilang akan beli motor CBR pakai uang koin dan menanyakan apakah bisa atau tidak. Awalnya saya bingung dan belum kasih kepastian," kata Yulia.

Ia lalu menanyakan hal itu ke atasannya.

"Ternyata oleh atasan diperbolehkan. Itupun setelah dibicarakan beberapa lama di pihak internal kami," katanya.

Hingga pada akhirnya, kata Yulia, konsumen mengantarkan uang koin itu ke pihaknya, Minggu.

‪Menurut Yulia dealer menerima pembelian dengan uang koin sebagai bentuk pelayanan maksimal.

Sebelumnya Pada 2013 lalu, pihaknya juga melayani pembelian dari konsumen dengan uang pecahan kertas Rp 2000.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved