PON XIX Jabar

Lebihi Target, Atlet Pencak Silat DKI Raih Emas di PON Jabar, Diganjar Bonus Rp 1 Miliar

Kontingen DKI Jakarta mampu meraih prestasi gemilang dalam cabang olahraga pencak silat di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat.

Lebihi Target, Atlet Pencak Silat DKI Raih Emas di PON Jabar, Diganjar Bonus Rp 1 Miliar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua IPSI DKI, Biem Benyamin bersama para atlet pencak silat DKI Peraih emas PON Jabar. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kontingen DKI Jakarta mampu meraih prestasi gemilang dalam cabang olahraga pencak silat di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar), beberapa waktu lalu.

Para atlet pencak silat DKI Jakarta berhasil meraih 4 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Hasil ini mampu melampaui target yang ditetapkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta dalam PON XIX kali ini. Dimana dari cabang ini, DKI hanya menargetkan 3 medali emas.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta, Biem T Benjamin menuturkan raihan gemilang atlet pencak silat DKI dalam PON XIX di Jabar kali ini, sangat membanggakan dan patut diapresiasi.

Hal ini kata Biem, merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, pengurus IPSI DKI dan dukungan berbagai pihak.

"Tentu juga berkat doa masyarakat Jakarta, terutama pecinta pencak silat.  Sehingga Alhamdulillah, kita berhasil meraih 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu di PON XIX Jabar. Hasil ini sudah melebihi target kita dengan 3 emas," kata Biem, Minggu (25/9/2016).

Biem menuturkan selama setahun ini, semua atlet pencak silat DKI dan jajaran IPSI DKI, bekerja keras secara serius dan sekuat tenaga, agar para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di PON Jabar.

"Dan hasilnya bisa kita lihat dan rasakan saat ini, dengan melampaui target," kata Biem, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

Menurut Biem, dengan hasil ini maka atlet pencak silat DKI tercatat mendulang raihan emas terbanyak di cabang pencak silat, dengan mengalahkan tuan rumah (Jawa Barat) yang ada di posisi ke-2 dan Jawa Timur di posisi ke-3.

Ia menjelaskan dalam cabang pencak silat, DKI mengalami masa keemasan pada PON di Surabaya tahun 2000 lalu, dengan meraih 5 emas.

"Setelah 16 tahun, baru sekarang ini hampir mendekati lagi, dengan meraih 4 emas," katanya.

Ia mengatakan pencak silat adalah olahraga tradisional yang harus dijaga kelestariannya dan terus dikembangkan.

Ia juga berharap, pencak silat dijadikan mata pelajaran olahraga dalam kurikulum sekolah.

"Karena pencak silat tidak saja sebagai cabang olahraga untuk kebugaran jasmani, tetapi juga memberikan kesehatan rohani serta mampu mendidik anak muda menjadi manusia yang bertanggung jawab, dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa," kata Biem.

Sementara itu, Sekretaris IPSI DKI Jakarta, Abdul Karim Al-Jufri menambahkan, empat emas yang diraih atlet DKI berasal dari nomor kategori Tunggal Ganda Regu (TGR) atas nama Puspa Dara Arumsari (1 emas).

Lalu, 1 emas dari ganda putra yang dipersembahkan atlet Hendi dan Yola. "Pasangan ganda putra ini dulu meraih emas juga di Sea Games Singapura dan kejuaraan dunia di Thailand," katanya.

Kemudian, 1 emas didapat dalam kategori tanding kelas B putra atas nama atlet Alwi Elsanto. "Serta, 1 emas lagi dari kelas B putri atas nama Pipit Kamelia," kata Karim.

Sedangkan, untuk raihan 2 perak didapat dari tunggal putra atas nama Sugianto dan beregu putra perak atas nama atlet Heru, Ali dan Reza.

Lalu katanya, 2 perunggu didapat dari kelas A putri atas nama Safira Amelia dan kelas I putra oleh atlet Ahmad Fauzi.

Menurut Karim, sejak kepengurusan IPSI DKI Jakarta yang baru Februari 2015 lalu, pihaknya bekerja keras dan melakukan sejumlah uji coba di Singapura dengan mencari lawan-lawan yang bagus. "Juga beberapa kali ujicoba di dalam negeri juga, untuk melihat sejauh mana kemampuan kami," katanya.

Ia menyatakan untuk para atlet peraih medali emas, direncanakan akan mendapatkan bonus uang sebesar Rp 1 Miliar untuk setiap satu emas, dan puluhan juta untuk raihan setiap medali perak dan perunggu.

"Bonus ini akan diberikan ke klub atau perguruan pencak silat para atlet peraih emas untuk pembinaan, dimana sebelumnya sebagiannya juga diberikan ke atlet. Jadi nominalnya Rp 1 Miliar per medali emas," katanya.

Karim berharap apresiasi berupa bonus ini, diharapkan semakin membuat para atlet dan klub atau perguruan pencak silat lebih serius lagi dalam mengembangkan pencak silat di Indonesia sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang mumpuni.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved