JPO Pasar Minggu Ambruk
Dugaan Penyebab Ambruknya JPO di Pasar Minggu Versi Dishub DKI
Apabila akan dibangun reklame di JPO itu, maka seharusnya, konstruksi reklame harus berdiri sendiri bertumpu pada gelagar.
Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA, PALMERAH -- Ambruknya Jembatan Penyeberang Orang (JPO) di Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terjadi karena terdapat masalah pada pemasangan papan iklan.
Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah.
Menurut Andri, terdapat tiga konstruksi pembangunan JPO. Yaitu struktur JPO, berupa gelagar dan pondasi. Kemudian, railling, serta atap atau kanopi.
"Apabila akan dibangun reklame di JPO itu, maka seharusnya, konstruksi reklame harus berdiri sendiri bertumpu pada gelagar," katanya di Jakarta, Minggu (25/9/2016).
Kemudian, yang kedua lanjut mantan Camat Jatinegara itu, konstruksi reklame tidak boleh menempel di railling. Serta, yang ketiga, letak reklame berada 30 cm dari gelagar ke bawah dengan ketinggian 1 meter.
"Tapi, dari fakta yang ada, pertama, konstruksi reklame menempel di railling, kemudian yang kedua, ketinggian reklame kurang lebih 3 meter hampir menutupi seluruh ruang sisi railling JPO. Sehingga tidak ada ruang untuk sirkulasi udara atau angin," katanya.
Dengan adanya tekanan angin yang besar, lanjut Andri, rangka railling jpo tidak kuat menahan gaya angin yang besar.
Sehingga mengakibatkan railling JPO roboh.
"Di Jakarta, sampai saat ini, terdapat 165 JPO yang berdiri bersama halte busway, dan 132 JPO berdiri sendiri," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jpo-roboh_20160924_180724.jpg)