JPO Pasar Minggu Ambruk

Bocah Korban JPO Meninggal, Tepat Dua Hari, Usai Rayakan Ultah

Jelas karena kesalahan Pemprov DKI sebab fasilitas umum tidak diperhatikan dan dipelihara dengan baik.

Bocah Korban JPO Meninggal, Tepat Dua Hari, Usai Rayakan Ultah
Antara News/Imam Santoso
Proses evakuasi JPU Pasar Minggu yang ambruk pada Sabtu (24/9/2016) petang. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Dua dari tiga warga Depok yang menjadi korban ambruknya jembatan penyeberangan orang (JPO) Pasar Minggu, Sabtu (24/9/2016) , adalah  Sri Hartati (52) dan cucunya Aisyah Zahra Ramadhani (8).

Mereka adalah warga Gang Damai, Cagar Alam, RT 5 RW 6, Kelurahan Pancoranmas, Depok.

Aisyah dilketahui baru saja merayakan ulangtahunnya bersama sang ibu Oktavia Haryani, yang selama sebulan ini tinggal di  penampungan tenaga kerja wanita (TKW) di Pasar Minggu. 

Haryani sebentar lagi akan diberangkatkan ke Taiwan.‬

Ia memutuskan menjadi TKI karena ingin memenuhi kebutuhan hidup dua anaknya Aisyah, dan Abbiyu Alfaiq (5), setelah bercerai dengan suaminya 4 tahun lalu.

Karena untuk merayakan ultah Aisyah itulah, Aisyah bersama adiknya Abbiyu dan neneknya Sri Hartati (52) pergi ke Pasar Minggu, dengan menggunakan kereta api melalui Stasiun Depok Baru.

Sementara suami Sri Hartati, Darso (55) atau kakek Aisyah, juga ikut ke penampungan TKW di Pasar Minggu, namun diantar oleh anak lelakinya dengan sepeda motor.

Yunus, tetangga Darso, menuturkan, usai memenuhi permintaan Asiyah bertemu ibunya di penampungan TKI untuk merayakan ultah Aisyah, mereka lalu hendak pulang ke Depok.

Karenanya anak laki-laki Darso mengantar Sri Hartati serta Aisyah dan Abbiyu ke stasiun Pasar Minggu dengan motor.

Mereka akan kembali ke Depok dengan kereta api.

Sementara Darso tinggal sementara di penampungan TKW, menunggu untuk dijemput kembali oleh Darso.

Di tengah jalan, cuaca mendung dan hujan kecil mulai turun.

Karenanya sebelum sampai stasiun KA, Sri serta dua cucunya turun dari motor.

Ia, meminta anak laki-lakinya menjemput Darso, sebelum hujan deras turun.

Namun hujan makin besar.

Sri akhirnya mengajak dua cucunya berteduh sementara di bawah JPO Pasar Minggu.

Saat itulah,peristiwa naas ambruknya JPO Pasar Minggu terjadi. Sri dan Aisyah tewas di tempat dan Abbiyu kritis di rumah sakit.

"Jadi dari cerita Pak Darso, seperti itu kejadiannya. Mereka ke Pasar Minggu, karena permintaan Aisyah yang ulangtahun ke 8, Jumat sehari sebelumnya. Ia ingin bertemu ibunya untuk rayakan Ultahnya dan sebelum ibunya ke luar negeri jadi TKI," kata Yunus.

Menurut Yunus, peristiwa ini sangat membuat keluarga Darso terpukul dan membuat warga di kampungnya sangat kaget.

"Mesti Pak Darso dan ibu Sri bukan orang lama di sini, mereka sangat baik ke warga di sini. Intinya cukup bergaulah dengan kami," kata Yunus.

Saat ini kata Yunus, ia dan seluruh warga berharap Abbiyu adik Aisyah yang kondisinya masih kritis dan dirawat di RS Fatmawati bisa selamat.

"Paling tidak jika Abbiyu selamat, keluarga Pak Darso tidak harus bersedih dan makin terpukul lagi, setelah dua anggota keluarga mereka jadi korban," kata Yunus.

Karenanya kata Yunus, Darso dan keluarga mereka lainnya terus menjaga dan mendampingi Abbiyu yang masih dirawat di rumah sakit.

Seperfi diketahui peristiwa ambruknya jembatan penyeberangan orang (JPO) Pasar Minggu, Sabtu (24/9/2016) sore, ternyata menewaskan tiga warga Depok.

Mereka adalah Lilis Lestari Pancawati (43), kasir restoran Bebek Bengil Epcentrum Kuningan, warga Jalan Sonokeling II, RT 2, RW 11, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, serta Sri Hartati (52) dan cucunya Aisyah Zahra Ramadhani (8) warga Gang Damai, Cagar Alam, RT 5 RW 6, Kelurahan Pancoranmas, Depok.

Selain itu adik Aisyah, Abbiyu Alfaiq (5), juga menjadi korban peristiwa itu dan kini dirawat di RS Fatmawati dalam kondisi kritis.

Atas kejadian ini, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, mengaku heran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak menunjukkan empatinya pada para keluarga korban tewas.

Sebab, sampai ketiga korban dimakamkan, Ahok tak menunjukkan empatinya dengan datang ke rumah keluarga korban.

"Padahal, ini jelas karena kesalahan Pemprov DKI sebab fasilitas umum tidak diperhatikan dan dipelihara dengan baik, sehingga bisa kelebihan beban. Tapi mana, Dia (Ahok-Red) sebagai pemimpin Ibu Kota, gak mau datang ke rumah korban. Jadi gak ada empatinya sama sekali," kata Pradi, Minggu (25/9/2016).

Pradi sendiri terlihat mengunjungi rumah keluarga korban tewas Sri Hartati (52) dan cucunya Aisyah Zahra Ramadhani (8) di Gang Damai, Cagar Alam, RT 5 RW 6, Kelurahan Pancoranmas, Depok, Minggu (25/9/2016) pagi.

Ia bahkan ikut menyolatkan kedua jenasah di masjid terdekat, sebelum dimakamkan.

Pradi juga memberikan dana santunan ke keluarga korban, Darso, suami Sri, selain bantuan dari Pemkot Depok.

Sebelumnya kata Pradi, Sabtu malam, perwakilan Pemkot Depok juga sudah mendatangi keluarga korban tewas lainnya Lilis Lestari Pancawati di Jalan Sonokeling II, Sukmajaya, Depok, sekaligus memberikan santunan dana.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved