Pembunuh Pelajar SMP Sandikta Bekasi Kabur ke Kalimantan
Tedy meregang nyawa setelah dibacok clurit oleh delapan remaja bermotor saat nongkrong di tepi Jalan Raya Hankam.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI - Satu dari delapan pelaku pengeroyokan yang membuat Tedy Suliwandana (15), siswa kelas IX SMP Sandikta, Pondokmelati, Kota Bekasi tewas, masih diburu polisi.
Hingga kini, pelaku berinisial ES (20) diduga lari ke luar pulau Jawa.
"Berdasarkan penyelidikan anggota di lapangan, pelaku kabur ke daerah Kalimantan. Tim masih mengejar ES di sana," kata Kapolsek Pondokgede, Komisaris Sukadi pada Minggu (2/9).
Tedy meregang nyawa setelah dibacok clurit oleh delapan remaja bermotor saat nongkrong di tepi Jalan Raya Hankam, Pondokmelati, Kota Bekasi, Kamis (15/9) malam.
Berbekal laporan itu, polisi langsung bergerak cepat dengan menangkap tujuh pelaku pengeroyokan berinisial MV (15), AD (16), AE (16), MY (22), D (19), RH (19) dan IP (21) dalam waktu delapan jam.
Ironinya, MV yang membacok kepala belakang Tedy adalah kakak kelasnya sendiri, siswa kelas X SMK Sandikta.
Sukadi mengungkapkan, berdasarkan keterangan para tersangka yang sudah ditangkap, ES berperan sebagai provokator atau dalang dibalik pengeroyokan itu.
Menurutnya, ES yang menyuruh para tersangka menyimpan dan membawa dua clurit serta satu pedang saat peristiwa tersebut.
"Dia juga yang membawa tasnya. Itu tas hitam yang dipakai untuk menyimpan sajam (sentaja tajam) milik dia," jelas Sukadi.
Sukadi mengatakan, penyidik telah mendatangi rumah ES di daerah Kota Bekasi.
Sejauh ini, orangtuanya selalu memenuhi panggilan bila diperiksa penyidik ke kantor polisi.
"Orangtuanya juga cemas, karena sampai sekarang belum kasih kabar. Semenjak kejadian itu, dia kabur," kata Sukadi.
Sukadi menambahkan sambil mengejar ES, penyidik juga tengah merampungkan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap tujuh tersangka.
Diharapkan bulan depan, berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bekasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160925-pembunuh-tikam_20160925_200913.jpg)