Breaking News:

Nur Ikhlas Apabila Rumah Singgah Dijadikan Tempat Menampung Anak Jalanan Terkena Penggusuran

Aktivitas di Terminal Kampung Rambutan sangat padat. Puluhan bus dalam dan luar kota terlihat berlalu-lalang di dalam area terminal.

Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Rangga Baskoro
Rumah Singgah Al-Barqah yang terletak di area penggarapan proyek Waduk Rambutan 1. Nur (baju lengan panjang putih) ikhlas apabila tempat menampung anak-anak jalanan tersebut harus digusur. 

WARTA KOTA, CIRACAS -- Kepulan asap hitam dari bus mencemari udara.

Siang itu, aktivitas di Terminal Kampung Rambutan sangat padat. Puluhan bus dalam dan luar kota terlihat berlalu-lalang di dalam area terminal.

Tidak jauh dari terminal, terdapat celah di antara pembatas dinding yang bertuliskan 'Gg R. Singgah'. Celah tersebut menjadi tempat keluar masuk para pekerja yang hendak menggarap proyek Waduk Rambutan 1.

Tepat disebelahnya, terlihat sebuah bangunan semi-permanen yang masih berdiri tegak diantara mobil excavator dan puing-puing reruntuhan. Setelah ditelusuri lebih lanjut, bangunan itu merupakan tempat dimana Nur bersama tiga orang lainnya mendidik anak-anak jalanan.

"Tempat ini namanya Rumah Singgah Al-Barqah. Saya dirikan pada tahun 2000 silam," ungkap Nur ketika mengenang jerih-payahnya saat membangun Rumah Singgah, di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (23/9/2016).



Rumah Singgah menampung lebih dari 50 orang anak-anak jalanan di sekitar area terminal. Di tempat seluas kira-kira 4x5 meter itu, Nur bersama tiga orang temannya mendidik anak-anak jalanan.

"Kegiatannya, kalau PAUD dari Senin sampai Kamis, jam 11 sampai 1. Kalau mengaji berlasung selama 1 minggu, tapi hari Jumat libur," ucapnya.

Selain mendidik anak-anak jalanan, Nur yang memiliki dua kios di sekitar terminal, menceritakan bahwa rumah tersebut juga menjadi tempat bagi orang-orang yang sedang dalam kesulitan.

"Sering sekali, ada orang yang baru datang ke Jakarta, lalu kecopetan. Nanti sama orang-orang yang ada di sini (terminal) diarahkan ke tempat saya," kata Nur.

Lalu, orang-orang tersebut akan dibantu olehnya untuk menemukan solusi terbaik. Beberapa dari mereka ada yang meminta tolong untuk menelpon keluarganya, ada juga yang dipulangkan lagi oleh Nur karena mereka tidak memiliki sanak-saudara di Jakarta.

"Dari berbagai daerah datang kesini, kalau mereka (yang kesusahan) mau pulang, saya belikan tiket dan ongkos untuk pulang, kasihan kalau luntang-lantung di Jakarta," tuturnya.

Bahkan, Nur menceritakan pernah menampung ibu-ibu hamil yang sengaja diterlantarkan oleh suaminya. Ia juga membayarkan biaya persalinan orang tersebut.

"Saya juga pernah ada di dalam kondisi yang sulit dan gak ada orang yang bisa membantu. Jangan sampai lah kejadian seperti itu terjadi, hanya itu saja yang menjadi alasan saya membangun tempat ini," kata Nur.

Ikhlas Digusur

Bangunan semi-permanen yang didirikan oleh Nur masih tegak berdiri. Ia menjelaskan bahwa seharusnya bangunan tersebut sudah digusur.

"Saya sadar kalau saya salah, membangun bangunan di lahan yang tidak semestinya, karena itu saya ikhlas kalau memang harus digusur," ucap Nur.



Kendati demikian, Nur sudah mengaku sudah menyampaikan keberadaan Rumah Singgah beserta kegiatan yang dilakukannya kepada pihak pemerintah. Saat ini, tindak lanjutnya masih terus diproses.

"Yang bisa saya katakan begini, saya meminta untuk di alokasikan saja lahannya, kalau memang dizinkan. Kalau tidak dapat izin, saya pribadi tidak bermasalah, mungkin tugas saya (menampung anak-anak dan orang-orang) sudah selesai," ungkapnya.

Ia hanya menyayangkan apabila permintaannyan ditolak oleh pemerintah, namun di sisi lain, Nur sadar bahwa telah menyalahi aturan.

"Lho saya memang salah kok, membangun bangunan di lahan hijau, itu ada peraturannya, pasalnya juga ada. Karena itu saya gak bisa nuntut apa-apa, hanya menyayangkan saja kalau tidak bisa dikabulkan," kata Nur.

Namun, pria yang hanya mengenyam pedidikan sampai Sekolah Dasar (SD) ini, berharap bisa terus melanjutkan kegiatannya agar dapat terus membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan. (Rangga Baskoro)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved