Rabu, 29 April 2026

Ketakutan, Saat Diterpa Angin Puting Beliung, Sekeluarga Bersembunyi di Kolong Tempat Tidur

Angin puting beliung terjang Pulau Tidung, Murniasih bersama anak dan suami sembunyi di kolong tempat tidur.

Tayang:
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Tim SAR Palang Merah Indonesia (PMI) menggunakan kendaraan Hagglund saat mengevakuasi reruntuhan bangunan rumah di Kampung Bojong Sudika, Cimacan, Garut, Jawa Barat, Jumat (23/9). 

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU -- Permukiman warga di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan (KSS), Kabupaten Kepulauan Seribu, babak belur diterjang angin puting beliung pada Kamis (22/9), dini hari.

Bencana yang membuat 177 rumah penduduk hancur, 45 pohon tumbang, hingga beberapa bangunan dan fasilitas pendukung lainnya itu, membuat warga beranggapan kiamat sedang berlangsung.

Murniasih (39) warga di RW 03 di Kelurahan Pulau Tidung mengaku, tak menyangka, dirinya dapat selamat dari tiupan angin puting beliung.

Ia mengaku masih terngiang, suara angin puting beliung yang datang kala penduduk setempat tengah tertidur pulas.

"Saya tengah malam masih bangun, rencananya itu mau ke dapur memang mau makan. Namun, saat saya sedang ke dapur, memang kedengaran suara rintik hujan, disambut hujan deras. Masih teringat di kepala saya, suami dan dua anak saat itu sudah tertidur pulas mas. Saya ingat, saat itu saya masak mie instan, hujan derasnya itu lama kelamaan jadi berisik karena disertai angin dan suaranya seperti gemuruh gitu. Semakin lama, anginnya semakin kencang dan tiba-tiba di atap rumah saya langsung ngablak terbuka," cerita Murniasih kepada Warta Kota.

Melihat atap rumahnya sudah terbuka lebar dan mendengar suara gemuruh angin, Muniasih pun mengaku langsung berteriak histeris agar suami dan kedua anaknya terbangun. Murniasih yang diakui membuka usaha warung kecil-kecilan itu mengatakan tembok rumah bagian depan dan belakangnya langsung ambruk.

"Saya sempat buka pintu kamar dan terus teriak sampai dua anak perempuan saya nangis-nangis pak. Akhirnya, suami saya itu langsung arahkan dua anak saya sama sayanya bersembunyi di kolong tempat tempat. Saya merasa ada sekitar satu jam, suara gemuruh angin, teriakan orang minta tolong, lalu ada suara benda berat nabrak sesuatu kayak tembok. Itu saya sama dua anak saya hanya bisa nangis dan ngumpet di kolong tempat tidur. Sampai akhirnya, gemuruh angin itu berhenti, lalu saya keluar rumah kondisinya sudah amburadul, dan orang-orang di luar bsah kuyup itu nangis-nangis. Sementara rumah saya pun atapnya sudah hilang. Enggak ada," papar Murniasih.



Sementara Mahmud (50) yang juga warga RW 03 Kelurahan Pulau Tidung mengatakan situasi perumahan warga di Kelurahan Pulau Tidung kini sudah tak berbentuk lagi. Saat angin puting beliung menerjang kediamannya itu, ungkap Mahmud, langsung melindungi istri dan anak laki-lakinya yang masih berumur 10 tahun di dalam lemari.

"Semua baju-baju saya keluarin, dan lemari di kamar saya pas buat orang dewas berdiri kan, anak dan istri saya suruh sembunyi di dalam lemari. Sementara saya larinya ke dapur, karena di ruang dapur itu diluarnya kan tak ada pohon jadi menurut saya aman. Kalau di depan rumah pohon-pohon itu sudah pada tumbang dan pintu bagian depan sudah ringsek tertimpa," papar Mahmud.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu untuk cepat tanggap menangani hingga memberikan bantuan bagi warga yang menjadi korban bencana angin putih beliung. Menurut Mahmud, RW 03 merupakan yang terparah.

"RW 03 terparah karena angin puting beliung itu kan berhembusnya ke arah Utara. Paling parah dan amburadul di RW 03. Banyak rumah warga yang sudah enggak berbentuk lagi. Kami takut, bencana susulan akan datang lagi. Sebab musim penghujan kan sudah masuk di bulan-bulan ini," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo mengatakan, pihaknya dengan instansi terkait sudah mendirikan posko penanganan bencana dan memberikan bantuan berupa makanan dan selimut untuk warga yang menjadi korban bencana angin puting beliung. Selain itu, Budi pun berjanji akan membantu warga untuk membangun kembali rumahnya yang terkena imbas angin puting beliung.

"Sampai saat ini, kami masih memberikan bantuan bagi warga korban bencana angin puting beliung di Kelurahan Pulau Tidung. Hal ini juga tak menelan korban jiwa, namun rumah warga yang jumlah hampir mencapai ratusan kondisinya cukup parah. Maka, warga mohon bersabar, karena beberapa personel dari instansi terkait siap membantu warga mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang dan membangun rumah warga kembali," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved