PON XIX

Atlet Terlantar, Tim Atlet Harusnya Melapor ke Pimpinan Kontingen

"Akhirnya, jika sudah mencuat ke publik, justru akan mencoreng nama daerah yang bersangkutan," kata Gatot.

Atlet Terlantar, Tim Atlet Harusnya Melapor ke Pimpinan Kontingen
Twitter/ @nibrasnada
Atlet PON asal Sulteng telantar di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Selain menegur pimpinan kontingen Provinsi Sulawesi Tengah dan pihak Dispora Sulawesi Tengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga meminta para tim atlet agar melaporkan keberangkatan mereka.

Hal ini diperlukan supaya bilamana terjadi sesuatu di lapangan, pihak-pihak terkait bisa segera bertindak.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, sembilan atlet muay thai asal Sulawesi Tengah tidak bisa pulang ke kampung halaman mereka karena kehabisan dana. Mereka adalah atlit yang bertanding di PON XIX Jabar.

Ironisnya, sembilan atlet yang berangkat bersama empat orang official itu berhasil memboyong satu medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.

"Tim cabang olahraga manapun dan dari daerah manapun asalnya harus melaporkan keikutsertaan mereka, baik di pertandingan maupun eksibisi kepada pimpinan kontingen, " kata Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewa Broto pada Jumat (23/9).

Menurut Gatot, insiden terlantarnya sembilan atlet muay thai asal Sulawesi Tengah di Stasiun Manggarai kemarin juga tidak luput dari miskoordinasi dari pihak atlet.

"Akhirnya, jika sudah mencuat ke publik, justru akan mencoreng nama daerah yang bersangkutan, " kata Gatot.

Kendati demikian, Gatot mengatakan bahwa kejadian ini juga menjadi catatan serius bagi pihaknya.

"Masih banyak hal yang harus dibenahi dari penyelenggaraan PON, meskipun kejadian yang menimpa tim muay thai Sulawesi Tengah bukan kesalahan PB PON di Jawa Barat, " katanya. (kar)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved