Tidak Ada Tiket, Sejumlah Atlet Gagal Pulang ke Sulteng dan Telantar

Sembilan atlet muay thai asal Sulawesi Tengah tidak bisa pulang ke kampung halaman mereka.

Tidak Ada Tiket, Sejumlah Atlet Gagal Pulang ke Sulteng dan Telantar
REUTERS/Stoyan Nenov
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SENAYAN -- Sembilan atlet muay thai asal Sulawesi Tengah tidak bisa pulang ke kampung halaman mereka karena kehabisan dana. Mereka adalah atlit yang bertanding di PON XIX Jabar.

Ironisnya, sembilan atlet yang berangkat bersama empat orang official itu berhasil memboyong satu medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.

"Kami tidak bisa pulang. Tidak ada akomodasi tiket pesawat dari pemerintah. Kami mau pulang, " kata pelatih tim atlet muay thai Sulawesi Tengah, Iwan Said pada Kamis (22/9) malam via telepon.

Iwan mengatakan, mereka sudah nyaris seharian duduk di Stasiun Manggarai karena tidak tahu harus berbuat apa.

Iwan mengisahkan, selama melakoni pertandingan di Cipanas, mereka menginap di sebuah villa dengan uang sendiri.

"Uang itu diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Morowali sebelum kami berangkat. Jumlah uangnya pas pasan sekali, hanya Rp 16 juta. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak memberikan uang tambahan karena berbagai macam faktor, " kata Iwan.

Iwan sendiri sebelumnya sudah ragu dengan jumlah uang yang terlalu kecil tersebut. "Tapi yang namanya atlet kan harus tetap maju. Jadilah kami tetap berangkat," katanya.

Rabu (21/9/2016) malam kemarin, batas waktu sewa villa mereka habis. Mereka pun harus hengkang tanpa adanya kepastian kapan bisa pulang.

Alhasil, mereka pun mendekam di Stasiun Manggarai sembari berharap ada keajaiban dan bantuan agar mereka bisa kembali pulang.

Keberadaan mereka di Stasiun Manggarai pun akhirnya menarik perhatian netizen untuk mengambil foto dan mengunggah foto mereka. Keberadaan Iwan dan anak-anaknya pun menjadi viral di media sosial Twitter.

Beruntung, kata Iwan, pihaknya malam inu sudah mendapatkan tempat bernaung sementara.

"Kami sudah dikontak oleh pemerintah, dan kami diarahkan untuk tidur di mess Provinsi Sulawesi Tengah di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Semoga besok kami sudah bisa pulang, " kata Iwan. 

Penulis: z--
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved