Minggu, 12 April 2026

Terorisme

Inilah Berbagai Kesalahan Pemberitaan Terorisme

Hamidin menyebutkan, setidaknya ada tiga kesalahan pemberitaan oleh media massa. Pertama, adalah memberitakan proses penyergapan oleh aparat keamanan

Tribunnews.com
Direktur Pencegahan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Brigjend. (Pol) Drs. Hamidin. 

WARTA KOTA, MEDAN -- Direktur Pencegahan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Brigjend. (Pol) Drs. Hamidin, menyebutkan masih seringnya terjadi kesalahan pemberitaan isu-isu terorisme oleh media massa di Indonesia.

Hal itu dikemukakan oleh Hamidin ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/9).

Hamidin menyebutkan, setidaknya ada tiga kesalahan pemberitaan oleh media massa. Pertama, adalah memberitakan proses penyergapan oleh aparat keamanan secara detail.

“Ketika saya memimpin operasi di Poso, seringkali ada wartawan yang meminta ikut ke lokasi (ketika ada operasi), tegas saya tolak. Bukan kami tidak mau diliput, tapi keberadaan wartawan di TKP, apalagi memberitakan dengan detail bisa menggagalkan operasi,” jelas Hamidin.

Kesalahan kedua adalah memutar video amatir sebuah peristiwa teror yang dikirimkan oleh masyarakat.

Sedangkan kesalahan ketiga ialah menyampaikan pesan terakhir pelaku dalam bentuk pemberitaan secara vulgar.

“Dua kesalahan itu mengakibatkan munculnya trauma di masyarakat, sekaligus memicu opini pembenaran atas aksi-aksi terorisme,” tambah Hamidin.

Untuk menghindari kesalahan-kesalahan itu, Hamidin menekankan pentingnya media menyampaikan pemberitaan secara taat asas disertai rasa cinta terhadap kemanusiaan serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (wip)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved