Kios Penuh, PKL Mengepung Pasar Serdang

Pasar Serdang sudah penuh sehingga pengelola kesulitan memindahkan pedagang kaki lima yang menjamur di sekitar pasar tersebut.

Penulis: | Editor: Max Agung Pribadi
Pasar Serdang penuh dipadati pedagang sehingga pengelola kesulitan merelokasi pedagang kaki lima yang kini menjamur di sekitar pasar. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN-Walau mengganggu, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat bukan hanya dianggap sebagai beban. Mereka dapat menjadi salah satu potensi pemasukan pendapatan daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pasar Serdang, Agus Darmanto. Namun, lantaran kondisi Pasar Serdang kini telah terisi penuh, para PKL tersebut katanya tidak dapat dirangkul untuk direlokasi ke dalam pasar. Hal tersebut dikarenakan jumlah PKL yang beroperasi di sekitar Pasar Serdang mencapai ratusan orang serta memiliki komoditas barang jualan yang sama dengan para pedagang pasar.

"Jumlah kios ada 170 buah, los ada 48 buah, counter ada 46 buah dan tenda 407 buah, tapi semuanya sudah penuh, jadi tidak mungkin kalau PKL yang berada di luar pasar di tampung ke dalam pasar. Apalagi barang dagangan PKL itu sama seperti yang dijual pedagang pasar," ungkapnya ditemui Warta Kota di Pasar Serdang pada Rabu (21/9/2016).

Keterangan Agus terbukti benar, berkeliling Pasar Serdang pada Selasa (20/9) kemarin, suasana pasar terlihat padat, seluruh kios maupun los yang berderet pada bagian depan hingga belakang pasar penuh disesaki barang dagangan. Kondisi serupa pun terlihat pada selasar pasar ataupun pojok kios milik pedagang, sejumlah barang menutup sebagian selasar hingga menyisakan ruang bagi pengunjung selebar satu meter.

Seperti diketahui sebelumnya, puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali menguasai jalan di sekitar Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pantauan Warta Kota pada Selasa (20/9) kemarin, para PKL itu terlihat mulai beroperasi pada sekira pukul 15.00 WIB.

Tanpa canggung mereka menggelar lapak terpal maupun gerobaknya hingga menutupi sebagian jalan, mulai dari Jalan Serdang Baru melingkar hingga Jalan Serdang II dan Jalan Serdang I, tepatnya mulai Gor Kecamatan Kemayoran simpang Serdang Baru VI.

Kondisi tersebut tak ayal menyebabkan kemacetan pada setiap jalan yang berada di sekeliling pasar, khususnya pada jam sibuk pulang kerja sore hari atau sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Karena bukan hanya lapak dagangan, parkir liar serta sibuknya warga yang berbelanja membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan.

Tidak hanya merugikan pengendara jalan, keberadaan PKL pun dinilai para pedagang Pasar Serdang sangat memberatkan, lantaran pengunjung lebih memilih untuk berbelanja kepada para PKL ketimbang masuk ke dalam pasar. Terlebih jam operasional PKL yang beroperasi mulai dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved