Hipmi Desak Google Lunasi Utang Pajak ke Indonesia

BPP Hipmi menyayangkan keengganan perusahaan kakap Google membayar tagihan pajaknya di Indonesia.

Hipmi Desak Google Lunasi Utang Pajak ke Indonesia
Dok. Google
Tampilan halaman utama Google dalam rangka merayakan ulang tahun ke-200 George Boole. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menyayangkan keengganan perusahaan kakap Google membayar tagihan pajaknya di Indonesia.

Sebagai lembaga yang pernah mengajak Google beroperasi di Indonesia, Hipmi sangat menyayangkan sikap tersebut dan mendesak Google segera melunasi utang pajaknya ke Pemerintah Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BPP Hipmi Yaser Palito dalam keterangan persnya yang diterima Warta Kota, Rabu (21/9).

"Tentu, kami sebagai lembaga yang pernah meminta Google masuk ke Indonesia, menyesalkan sikap Google yang tidak taat pajak kepada pemerintah Indonesia," kata Yaser.

Menurut Yaser, Hipmi juga pernah berkunjung ke markas Google di Amerika dan bahkan saat itu meminta Google membangun server-nya di Indonesia guna menggairahkan bisnis internet di Tanah Air.

"Namun setelah menangguk untung yang besar dari pasar Indonesia yang sangat besar, Google malah menghindari pajak. Sebab itu, kita harap Google segera menyelesaikan kewajibannya," kata Yaser.

Yaser menyebutkan raksasa internet Google ini belakangan diketahui menunggak kewajiban pajak selama lima tahun ke pemerintah Indonesia.

Di tahun 2015 saja, Google diperkirakan berutang pajak lebih dari Rp 5 triliun.

Hal itu kata Yaser menurut data yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

Bahkan karenanya, investigator Ditjen Pajak, sudah menyambangi kantor Google di Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved