Wahyu: AS Titipkan Senjata Api ke Gatot Brajamusti

Pemanggilan tersebut untuk menjadi saksi guna dimintai keterangan tentang senjata api ilegal milik Gatot Brajamusti.

Wahyu: AS Titipkan Senjata Api ke Gatot Brajamusti
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Wahyuhono Adi Paripurno usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2016) 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Polda Metro Jaya memanggil bintang film Nadine Chandrawinata (32) dan Wahyuhono Adi Paripurno, sahabat Gatot Brajamusti menjadi saksi.

Pemanggilan tersebut untuk menjadi saksi guna dimintai keterangan tentang senjata api ilegal milik Gatot Brajamusti.

Wahyuhono Adi Paripurno baru selesai memberikan kesaksiannya pukul 17.00 WIB, kepada penyidik Ditresrkimum Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2016).

Selama kurang lebih tiga jam dimintai keterangannya, pria yang akrab disapa Wahyu itu mengakui tidak pernah melihat senjata api ilegal tersebut.

Namun, sahabat Gatot Brajamusti itu mengungkapkan, senjata api ilegal yang ditahan penyidik adalah diduga milik Ary Suta (AS).

Melalui kuasa hukum Wahyu, Suhendra Asido Hutabarat, AS menitipkan senjata api miliknya kepada Gatot Brajamusti.

"Meski klien kami (Wahyu) tidak tahu ada serah terima senjata api itu, tapi klien kami mengetahui dan mendengar dari Aa Gatot," kata Suhendra.

Meski mengetahui mengenai penitipan senjata api tersebut, Wahyu melalui kuasa hukumnya pun enggan melihat senjata api yang diberikan oleh AS.

"Gatot sempat bilang ke klien kami, 'Ini kenapa saya dikasih itu senjata api dari AS'. Disampaikan lagi oleh dia senjata api itu ada di dalam brankas. Waktu itu Aa Gatot bilang "kamu mau lihat?" Wahyu bilang 'enggak usah'. Seperti itu lah penjelasannya didalam tadi," ucpanya.

Suhendra menambahkan, Aa Gatot memberitahukan serah terima senjata api kepada Wahyu, yang dilakukan pada sekitar tahun 2006 lalu saat berada di rumah sewaan, di Jalan Sekolah Duta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Klien kami bilang kepada penyidik kalau senjata api itu di titipkan kepada Aa Gatot," tegasnya.

Sementara itu, Wahyu hanya menceritakan kalau ia mendapatkan 28 pertanyaan dengan inti pertanyaan pada tiga poin saja.

"Ada beberapa poin, pertama mempertanyakan bagaimana perkenalan mas saya terhadap Aa Gatot. Kedua ditanyakan terkait hubungan apakah Aa Gatot dengan AS, sejauh apa kedektan itu, bagaimana perkenalan dan seperti apa hubungan mereka. Ketiga, ditanya mengenai yang diduga senjata api tersebut," kata Wahyu. (Arie Puji Waluyo)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved