Kecelakaan Lalu Lintas

Kendarai Motor, Seorang Ibu dan Dua Anaknya Tewas Tertabrak Kereta Api

Sebanyak tiga orang, yaitu seorang ibu dan dua orang anaknya tewas setelah sepeda motor yang dikendarai tertabrak kereta api.

Kendarai Motor, Seorang Ibu dan Dua Anaknya Tewas Tertabrak Kereta Api
KOMPAS.COM/AHMAD WINARNO
Ilustrasi : Mobil Innova ditabrak Kereta Api Probowangi Jurusan Surabaya- Banyuwangi, di pintu perlintasan di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates, Jembe, Jawa Timur. Lima orang tewas dalam peristiwa tersebut, Minggu (16/8/2015). 

WARTA KOTA, SIDOARJO - Sebanyak tiga orang, yaitu seorang ibu dan dua orang anaknya tewas setelah sepeda motor yang dikendarai tertabrak kereta api di perlintasan kereta api tidak berpalang pintu di Desa Candi, Sidoarjo.

Kepala Kepolisian Sektor Candi Sidoarjo, Komisaris Polisi Kusminto, mengatakan, tiga orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan itu berinisial SW (ibu), dan dua anaknya, AN dan juga SF.

"Ketiganya meninggal usai sepeda motor Honda Supra nopol W5716PH yang dikendarai korban tertabrak Kereta Api Penataran jurusan Blitar ke Surabaya, sekira pukul 14.30 WIB," katanya.

Dari laporan yang masuk, kata dia, dua orang yakni SW dan AN yang merupakan warga Bligo Kecamatan Candi ini meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Sementara itu, satu orang anaknya yang berinisial SF meninggal dunia saat dibawa dalam perjalanan menuju ke rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala," katanya.

Salah seorang warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, Iwan S mengatakan jika saat itu korban bersama dengan kedua aaknya berjalan dari arah Timur menuju ke Barat.

"Pada saat kejadian, diduga korban tidak mengetahui ada kereta api yang melintas sehingga seketika itu juga langsung tertabrak kereta api di perlintasan yang tidak berpalang pintu tersebut," katanya.

Dia juga meminta kepada pemerintah supaya segera memasang palang pintu di lokasi tersebut supaya kalau ada kereta api yang sedang melintas di wilayah tersebut bisa diketahui.

"Kami berharap supaya ada palang pintu perlintasan supaya kalau ada kereta api yang melintas bisa segera diketahui dan tidak menimbulkan korban jiwa," katanya. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved