Breaking News:

Jakarta Banjir

Ahok Salahkan Lurah Ketika Terjadi Banjir di Kompleks Menteri

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyalahkan lurah saat terjadi banjir di kompleks perumahan menteri di Jakarta Selatan.

Editor: Suprapto
Warta Kota/Acep Nazmudin
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Rabu (7/9/2016). 

WARTA KOTA, KUNINGAN—Perumahan para Menteri di Jalan Denpasar, Setia Budi, Jakarta Selatan tergenang ketika turun hujan, Sabtu (17/9/2016) malam.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, banjir terjadi karena selokan dipenuhi sampah di perumahan menteri dan pejabat tinggi negara di Jalan Denpasar, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sampah seketika memenuhi jalan akibat luapan selokan di kompleks rumah-rumah elit tersebut pasa Sabtu pekan lalu.

Ahok sebut peristiwa sudah menjadi hal yang biasa terjadi karena Lurah Karet Kuningan yang abai akan lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya.

"Jadi kalau kasus kayak gini berarti Lurahnya yang gak bener kerjanya," ujar Ahok di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).

Lurah, kata Ahok, harus memposisikan diri sebagai penanggung jawab lingkungan alias estate manager.

Terlebih, kini kerja lingkungan sudah didukung dengan keberadaan petugas penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU).

Tidak ada alasan untuk setiap lingkungan di Ibu Kota terbengkalai, kecuali minimnya kerja dari Lurah setempat.

"Makanya saya gak mau denger, dia bilang udah surut Pak 45 menit, buktinya ini ada foto (masih tergenang)," ucap mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Lurah harus aktif mengajukan usulan untuk memperlebar saluran tersebut ke Dinas Tata Air DKI.

"Masa selalu alasannya dua jam surut pak. Mana ada dua jam surut, Jakarta 10 menit juga gak boleh tergenang," ujar Ahok. (Dennis Destryawan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved