Breaking News:

Terminal Pulogebang Belum Semanis Harapan dan Kenyataan

Sampai saat ini, jumlah penumpang yang berangkat melalui terminal termegah se Asia Tenggara itu masih belum sesuai harapan.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Feryanto Hadi
Suasana di Terminal Pulogebang yang masih tidak diminati untuk terminal bus di DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, PULOGADUNG -- Megaproyek Terminal Pulogebang yang menghabiskan dana mencapai Rp448,6 miliar rupanya belum bisa mencapai tujuan awalnya.

Sampai saat ini, jumlah penumpang yang berangkat melalui terminal termegah se Asia Tenggara itu masih belum sesuai harapandan kenyataan, meskipun data menunjukkan, ada tren peningkatan dari waktu ke waktu.

Para Perusahaan Otobus (PO) mengeluh.

Mereka bilang, sejak Agustus mulai beroperasi di sana, sangat sulit mencari penumpang. Baidi, petugas PO Shantika menyebut, saat ini bus harus lebih lama lagi berada di Terminal Pulogebang karena menunggu terisi penumpang.

"Misalnya untuk bus jurusan Jepara. Dulu, saat masih di Terminal Pulogadung, ngetem beberapa jam saja bus sudah penuh. Sekarang, setengah hari penumpang cuma 15 orang," katanya ditemui Warta Kota sedang mondar-mandir mencari penumpang di lantai satu terminal Pulogebang, Minggu (18/8).

Ia menilai, beberapa faktor menjadi penyebab belum maksimalnya jumlah penumpang di sana. Yang paling dominan, menurutnya, masih banyak PO yang mengangkut penumpang melalui agen atau pool di sekitaran Terminal Pulogadung.

"Kalau itu tidak dihentikan, sampai kapanpun penumpang tidak mau datang ke terminal karena mereka pikir lebih mudah naik dari pool," jelasnya.

Berdasarkan data yang Warta Kota peroleh dari pihak terminal, rata-rata keberangkatan bus per hari 124 armada dengan jumlah penumpang rata-rata per harinya 1900.

Anwar Mansyur, Penanggung Jawab Area Keberangkatan Terminal Pulogadung mengatakan,  jumlah penumpang paling banyak adalah pada akhir pekan atau hari libur nasional. "Moment Idul Adha kemarin per hari mencapai 4000 orang," katanya.

Pengamatan Warta Kota, meskipun megah, namun masih banyak fasilitas terminal yang belum berfungsi. Seperti deretan kios di lantai dasar yang sedianya dikonsep jadi deretan kios, saat ini masih melompong. Area parkir sepeda motor juga belum tertata dengan baik.

Area foodcourt yang dijanjikan, masih sebatas isapan jempol, membuat Darsia (34) dan keluarganya ngomel-ngomel lantaran mereka tak bisa membeli makanan dan minuman sebagai bekal perjalanan mereka ke Madura, Minggu siang.

Di lantai dua, jumlah loket yang disediakan belum cukup menampung semua agen bus. Sebagian agen, menjual tiket berbekal meja, terpisah dari loket penjualan tiket dalam bentuk kios.

Penumpang bernama Sugeng (51), berharap pengelola bisa segera merampungkan terminal itu sesuai konsep, termasuk menarik pelaku usaha untuk membuka usaha, meramaikan terminal.

"Sayang sekali terminal sebesar ini tapi sepi," katanya.

PO Bandel

Sementara itu, di sekitar Termimal Pulogadung, awak bus-bus jurusan berbagai kota di Jawa tampak lebih semringah dibanding raut wajah awak bus di Terminal Pulogebang yang Warta Kota jumpai.

Jelang sore, bus-bus itu sudah berjejer di depan agen penjualan tiket atau pool milik mereka. Di antaranya Garuda Mas, Laju Prima, Menara Jaya dan sebagainya. Kedatangan bus-bus itu, sudah dinantikan ratusan penumpang.

"Lebih praktis naik dari sini," kata Aniatun (30), penumpang tujuan Semarang yang sedang menunggu keberangkatan bus di sebuah agen.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved