Perberat Sanksi, Perda Miras Depok Direvisi

"Kami sudah menerima masukan dari sejumlah kalangan agar sanksi dalam Perda Miras ini, diperberat. Ini kita kawal untuk dimasukkan dalam Perda Miras,"

Perberat Sanksi, Perda Miras Depok Direvisi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pemusnahan 16 ribu botol miras di Depok, Jumat (3/6/2016). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad memastikan pihaknya akan melakukan pendampingan dalam proses revisi Perda Kota Depok Nomor 6 Tahun 2008 tentang Peredaran Minuman Keras (Miras), yang dianggap oleh sejumlah pihak dan kalangan tidak efektif menekan peredaran miras di Depok selama ini.

Sebab dalam Perda tersebut, penjual dan pedagang miras ilegal di Depok hanya dianggap melakukan tindak pidana ringan (tipiring) saja. Dimana sanksinya dianggap sangat lemah dan tak menimbulkan efek jera.

Yakni hanya denda maksimal Rp 50 Juta dan atau hukuman kurungan maksimal 3 bulan.

Sehingga dalam prakteknya, para penjual dan pedagang miras yang dibawa ke pengadilan hanya dikenakan denda ratusan ribu saja.

Setelah itu, mereka pun tak jera dan kembali menjajakan miras di warung mereka.

"Intinya kami sepakat peredaran miras di Depok harus ditindak tegas. Sehingga revisi Perda ini yang masih dilakukan di DPRD Depok juga melibatkan tim kami untuk pendampingannya," kata Idris, Jumat (16/9).

Ia menjelaskan Perda Miras lahir dari DPRD Depok. Perda tersebut katanya merupakan perda inisiatif DPRD Depok. Sehingga revisi Perda ini, juga dilakukan di DPRD Depok.

"Kami sudah menerima masukan dari sejumlah kalangan agar sanksi dalam Perda Miras ini, diperberat. Ini kita kawal untuk dimasukkan dalam Perda Miras," kata Idris.

Menurut Idris, mengenai perda ini pihaknya sudah beberapa kali menerima audiensi dari elemen masyarakat. Yang teranyar, kata dia, adalah saat audiensi dengan Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, Rabu (14/9) lalu.

"Banyak hal yang kami sepakat dengan FPI soal revisi Perda Miras ini. Yang terutama memang soal sanksi agar benar-benar menimbulkan efek jera," kata Idris.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved