Dijegal Ikut Kongres, Para Balon Exco ini Sebut PSSI Gagal Demokrasi

Sekelompok bakal calon komite eksekutif (exco) PSSI yang tidak diloloskan sebagai peserta Kongres PSSI pada 18 Oktober, meradang.

Dijegal Ikut Kongres, Para Balon Exco ini Sebut PSSI Gagal Demokrasi
Warta Kota/Istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Sekelompok bakal calon komite eksekutif (exco) PSSI yang tidak diloloskan sebagai peserta Kongres PSSI pada 18 Oktober, meradang.

Para pria yang tergabung dalam kelompok bernama AK-37 ini beranggapan bahwa tidak lolosnya mereka sebagai peserta kongres merupakan bentuk dari gagalnya transparansi dan demokrasi dalam tubuh PSSI.

"PSSI sudah waktunya dikelola oleh generasi baru, dengan gagasan-gagasan baru. Bukan dengan orang yang itu-itu saja. Kasarnya, lu lagi, lu lagi, " kata anggota AK-37, Apung Widadi dalam konferensi pers di Bakoel Koffie Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (16/9).

Menurut Apung, ia dan beberapa rekannya digagalkan ikut kongres tanpa pemberitahuan resmi dari Komite Pemilihan.

"Kami tahu kalau kami gagal ikut itu justru dari media. Bukan dari email,, surat tertulis, atau pemberitahuan resmi dan formal lainnya. Di mana demokrasinya kalau begini, " kata Apung lagi.

Apung beranggapan, pihak Komite Pemilihan melakukan hal tersebut karena belum siap dengan keterbukaan dan sistem demokrasi di dalam PSSI.

"Kalau mau sepakbola dan PSSI berkembang, kepengurusannya juga harus berubah. Tidak bisa begini-begini saja, " katanya.

Apung menambahkan, pihaknya sudah mengirimkan email ke Komite Banding terkait hal ini. "Semoga Komite Banding bisa berlaku objektif," katanya.

Penulis: z--
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved