Aa Gatot dan Narkoba

Bukan Delapan, Korban Gatot Brajamusti Ternyata Ada Puluhan

"Kalau untuk namanya kita belum bisa kasih tahu, yang jelas ada puluhan dan ada waktunya yang tepat untuk berikan informasinya," tambahnya.

Kompas.com
Asrorun Niam Sholeh 

WARTA KOTA, DUREN SAWIT -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa anak-anak yang diduga menjadi korban pencabulan Gatot Brajamusti jumlahnya mencapai puluhan.

Padahal informasi yang didapat sebelumnya hanya menunjukkan delapan orang anak saja.

"Sebelumnya hanya delapan nama saja yang telah melaporkan dugaan kasus pencabulan dan itu informasi yang masuk ke kita, dan yang puluhan itu belum verified," ujar Ketua Asrorun Niam, di Rutan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/9).

Ia menambahkan pihaknya tidak memberikan secara detail identitas puluhan nama yang diduga menjadi korban mantan Ketua Parfi tersebut.

"Kalau untuk namanya kita belum bisa kasih tahu, yang jelas ada puluhan dan ada waktunya yang tepat untuk berikan informasinya," tambahnya.

Selanjutnya para korban yang juga bernasib sama diharapkan untuk memberanikan diri melaporkan kejadian yang dialami kepada KPAI.

Ini sangat penting karena selain dalam rangka pemberian hukuman, juga untuk memberikan sebuah penanganan dengan cara rehabilitasi.

"Cuma kan yang jadi masalah, tidak semua punya keberanian untuk melaporkan kasus tersebut. Maka dari itu kita sampaikan, pelaporan ini tidak dalam kerangka untuk penghukuman, kita juga masih butuh informasi lebih dalam," katanya.

Ia menegaskan mereka yang diduga menjadi korban tidak perlu takut untuk datang ke kantor atau menghubungi KPAI. Pasalnya dalam proses pengaduan pihaknya akan menyembunyikan identitas pelapor guna menjaga kerahasiaan. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved