Perluas Pasar Perkakas, SB&D Buka Showroom dan Service Center Terbesar

Channel kami ada tiga segmen, yaitu segmen pasar modern, tradisional, dan industri.

Perluas Pasar Perkakas, SB&D Buka Showroom dan Service Center Terbesar
Warta Kota/Ichwan Chasani
Stanley Black & Decker (SB&D), perusahaan perkakas asal Amerika Serikat, memperluas pasar perkakas di Indonesia dengan membuka showroom dan service center terbesar di Plaza Kenari Mas, Jalan Kramat Raya, Paseban, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Stanley Black & Decker (SB&D), perusahaan perkakas asal Amerika Serikat, memperluas pasar perkakas di Indonesia dengan membuka showroom dan service center terbesar di Plaza Kenari Mas, Jalan Kramat Raya, Paseban, Jakarta Pusat.

SB&D menggandeng Mitra Teknik Elektrindo, sekaligus sebagai distributor area Jabodetabek. Hingga kini, pabrikan perkakas itu telah memiliki 30 jaringan distributor di Indonesia.

Country Director SB&D, Ryan Tirta Yudhistira mengatakan, dengan pembukaan service center terbaru itu, tercatat sudah ada 12 service center di 9 kota besar di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, Medan, Balikpapan hingga Bali.

"Channel kami ada tiga segmen, yaitu segmen pasar modern, tradisional, dan industri. Kenapa kami buka showroom dan service center terbesar di Kenari ini, karena di sini lah area yang banyak end user kami," ungkap Ryan Tirta, Rabu (14/9).

Ryan memprediksi, pasar perkakas di Indonesia akan tumbuh sekitar 5 persen tahun ini. Meskipun industri minyak dan gas sedang melemah, namun sektor konstruksi, otomotif, dan aviasi menunjukkan kinerja yang lebih baik.

"Itulah asiknya main di tools, satu sektor melemah, masih ada sektor lainnya yang meningkat. Semua lini, yang namanya pembangunan, pasti butuh tools. Aviasi misalnya, satu pesawat terbang itu membutuhkan sekitar 500 tools untuk proses perawatan. Ada satu tools saja yang nggak ada, pesawat bisa ditunda terbangnya," beber Ryan.

Ryan menjelaskan, bahwa showroom dan service center itu tidak hanya fokus pada penjualan produk dan layanan purna jual, tapi juga menjalankan fungsi lain. Beberapa fungsi tersebut yaitu edukasi terhadap inovasi yang dikembangkan SB&D, konsultasi dengan tim teknis, dan safety trainning.

"Di kuartal ke empat, kami akan kumpulkan tukang dan kontraktor untuk memberikan safety trainning, karena saat ini masih banyak angka kecelakaan kerja. Ada banyak safety element yang harus dipelajari end user. Jadi, selesai trainning, mereka tahu menggunakan tools yang baik dan benar," terang Ryan.

Michael Hardinata Wirawan, Presdir Mitra Teknik Elektrindo menambahkan, dibukanya showroom dan service center terbesar di Plaza Kenari Mas itu merupakan bukti komitmen SB&D untuk terus berinvestasi di Indonesia.

"Pertumbuhan kami dari tahun ke tahun double digit, kenapa nggak kita tingkatkan brand awarenes ini dengan buka showroom di sini. Kami yakin prospek penjualan tools ke depan sangat menjanjikan," kata Michael Hardinata.

SB&D adalah gabungan dua perusahaan. Frederick Stanley mulai memproduksi perkakas dari besi tempa sejak 1843 di Connecticut, AS. Pada 1910, S. Duncan Black dan Alonzo G Decker mendirikan toko perkakas di Baltimore, Maryland. Enam tahun kemudian, Black dan Decker mendapatkan paten pertama di dunia untuk perkakas listrik tanpa kabel (cordless).

Pada 2010, kedua perusahaan itu bergabung mendirikan StanleyBlack&Decker. Merk andalan perusahaan ini diantaranya: Dewalt, Stanley, Black&Decker, Proto, dan Facom. Facom bahkan mendapat lisensi sebagai tools resmi bagi perawatan pesawat produksi Airbus.

Penulis:
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved