Perampokan

Kumpulan Fakta Menarik Perampokan di Pondok Indah

Ada sejumlah fakta menarik yang diungkap polisi dari kasus perampokan di Pondok Indah, Jakarta.

Kumpulan Fakta Menarik Perampokan di Pondok Indah
Warta Kota/Andika Panduwinata
Rumah pelaku perampokan Pondok Indah yang berada di Tangerang. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA-Rekonstruksi kejadian oleh lima pelaku perampokan dikediaman Asep Sulaiman (AS) mantan wakil presiden ExxonMobil, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2016) mengungkap fakta-fakta menarik.

Seperti yang diungkapkan oleh Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan tentang hasil sementara dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama pelaku AJS (38), S (32), RHN alias H (36), SAS (52), dan S alias C (42).

"Pelaku dan pemilik rumah melakukan Shalat bersama. Pak Asep berhasil mensugesti dan memberikan nasihat pada para pelaku," kata Hendy di depan rumah AS di Jalan Bukit Hijau IX, Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Setelah terjadi 30 point rekontruksi di rumah kejadian dan sampai 70 point rekontruksi apabila dihitung bersama sub point serta total 150 rekontruksi selama satu hari ini ditemukan berbagai fakta menarik.

Fakta menarik lainnya adalah mengenai penggunaan dua senjata api pada saat pelaku melakukan aksinya.

Namun satu senjata api berjenis Revolver masih belum ditemukan.

"Saat di parkiran Rumah Sakit Qadr, AJS memberikan senjata api kepada rekannya dan belum ditemukan. Kita akan telusuri dari mana asalnya dan melakukan pendeteksian logam," ujarnya

Untuk satu senjata api lainnya berjenis pistol Walther yang dimiliki oleh AJS pimpinan dari komplotan perampok di Pondok Indah.

"Menurut keterangan AJS, dia memiliki senjata api secara sah dan memiliki izin. Dia membeli seharga Rp 167 juta dengan uang pribadi," kata Apolos Djara Bonga kuasa Hukum AJS dan S saat ditemui di tempat kejadian.

Mengenai asal muasal kepemilikan senjata api kuasa hukumnya menyampaikan AJS mendapat senjata dari oknum TNI yang melalui perantara oknum polisi dan memiliki surat izin lengkap. 

Hal menarik lainnya adalah adanya kedekatan hubungan antara pelaku AJS dan korban AS pada kejadian ini.

"AJS dan AS sudah saling kenal. Mereka sempat kerja bersama. AJS merupakan salah satu security di ExxonMobil," ungkapnya pada wartakotalive.com.

Ditemui pada kesempatan yang sama, ketua tim pengacara AJS Bambang Sunaryo mengungkapkan kliennya tidak melakukan perampokan melainkan hanya intimidasi atas suruhan orang lain.

"Menurut penjelasannya dia (AJS) melakukan ini berdasarkan permintaan saudari E untuk mengintimidasi AS karena telah melakukan hubungan tidak wajar dengan salah satu mantan direktur Pertamina," jelasnya.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved