Aa Gatot dan Narkoba
Dedi Setiadi: Gatot Bikin Ribet dan Pusing
"Ribet, kacau, dan pusing. Saya terbebani dalam kasus ini," ucap Dedi Setiadi, sutradara.
WARTA KOTA, SEMANGGI - Resmob Subdit Ditrektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, kembali mendalami kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal, milik Gatot Brajamusti.
Pada Rabu (14/9/2016), kali ini Polda Metro Jaya memanggil sutradara film DS (Dedi Setiadi) dan RA (Reza Artamevia).
Keduanya pun memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan. DS tiba pukul 09.00 WIB dan RA pukul 12.05 WIB.
DS menerima 26 pertanyaan selama tiga jam pemeriksaan. Usai mendapati pemeriksaan penyidik, muka kesal pun terlihat dari raut wajah Dedi Setiadi yang mengkerutkan dahinya.
"Ribet, kacau, dan pusing. Saya terbebani dalam kasus ini," ucap Dedi Setiadi.
Ucapan yang ia lontarkan tersebut karena ia merasa menjadi beban dalam kasus senpi ilegal Gatot Brajamusti, yang diduga penyidik merupakan peralatan untuk shooting film 'Azrax'.
"Ya bukan kerjaan saya, tapi kenapa saya kesini? Ngapain juga kan saya dipanggil. Buang-buang waktu aja," tegas Dedi Setiadi.
Kendati demikian, Dedi pun dengan geram menjawab pertanyaan awak media yang menanyakan mengenai senpi ilegal, milik Gatot Brajamusti.
"Saya enggak pernah tahu mengenai itu (senpi ilegal)," kata Dedi Setiadi. (Arie Puji Waluyo)