Breaking News:

Lebaran Haji 2016

Nekad Pergi Haji Tanpa Izin, Ini yang Dialami 229 WNI

Sebanyak 229 warga negara Indonesia yang ditahan di Mekkah, terancam dipenjara enam bulan dan dilarang masuk negara itu untuk jangka waktu 10 tahun

Editor: Andy Pribadi
Tribunnews.com/Adi Suhendi
Tenda-tenda jemaah haji selama bermalam di Mina. 

WARTA KOTA, MEKKAH -- Sebanyak 229 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Mekkah, Arab Saudi, terancam dipenjara enam bulan dan dilarang masuk negara itu untuk jangka waktu 10 tahun.

Polisi Arab Saudi hingga Minggu (11/9) masih menyelidiki kasus yang melibatkan 229 WNI jemaah haji itu, setelah mereka ditangkap dan ditahan sejak Rabu (7/9).

"Pada dasarnya mereka adalah pelanggar hukum menurut hukum Arab Saudi,” kata Dicky Yunus, Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RI Jeddah yang sekaligus juga Ketua Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah.

“Namun demikian kami akan tetap memberikan bantuan yang sejalan dengan hukum di Arab Saudi. Kami akan memastikan bahwa mereka ditahan di tempat yang layak dan memastikan hak-hak hukum mereka dihormati", ujar Dicky sebagaimana diteruskan oleh Direktur Perlindungan WNI dan PBH Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal.

Menurut hukum Arab Saudi, 229 WNI tersebut dapat diancam hukuman minimal enam bulan penjara dan pencekalan memasuki negara itu selama 10 tahun.

"Polisi akan lakukan investigasi lebih mendalam setelah pelaksanaan haji. Hukumannya akan sangat tergantung beratnya kesalahan yang dilakukan", terang Dicky lebih lanjut.

Sebanyak 229 WNI itu ditangkap di dua lokasi berbeda, Rabu lalu. Mereka terdiri dari 155 perempuan dan 59 laki-laki, serta 15 anak-anak.

Segera setelah mendapatkan informasi penangkapan tersebut, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah langsung menangani berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Dari hasil koordinasi KJRI dengan otoritas keamanan Saudi, diketahui 229 orang tersebut sebagian besar adalah WNI overstayer dan sisanya adalah WNI yang bekerja di luar Mekkah.

Mereka ditangkap karena memasuki Makkah untuk menjalankan ibadah haji tanpa memiliki tasreh (ijin beribadah haji).

Mereka ditangkap di dua penampungan gelap dan untuk mengikuti program tersebut diduga membayar sejumlah uang kepada sindikat yang mengatur perjalanan ibadah tersebut di Saudi.

Saat ini 229 WNI tersebut ditampung di rumah detensi imigrasi Tarhil Syumaisi yang terletak di antara Jeddah dan Mekkah.

KJRI telah mengunjungi mereka dan menggali sejumlah informasi penting dari mereka. KJRI akan terus memantau penanganan kasus ini. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved