Wow, Pembangunan Bawah Tanah MRT Capai 70 Persen

Pekerjaan bawah tanah memang tak nampak oleh masyarakat. Namun, setiap jamnya, aktivitas pengerjaan terus dikerjakan oleh para pekerja dari PT MRT

Wow, Pembangunan Bawah Tanah MRT Capai 70 Persen
Warta Kota/Bintang Pradewo
Terowongan bawah tanah proyek Mass Rapid Transit (MRT). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Proses pembangunan moda transportasi massal berbasis rel, Mass Rapid Transit terus dikerjakan kontraktor.

Pekerjaan bawah tanah memang tak nampak oleh masyarakat. Namun, setiap jamnya, aktivitas pengerjaan terus dikerjakan oleh para pekerja dari PT MRT Jakarta.

MRT Jakarta akan membentang kurang lebih 110,8 kilometer, yang terdiri dari Koridor Selatan - Utara (Koridor Lebak Bulus - Area Kota) sepanjang kurang lebih 23,8 kilometer dan Koridor Timur - Barat sepanjang kurang lebih 87 kilometer.

Pembangunan Koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus-Area Kota dilakukan dalam 2 tahap. Tahap 1 yang dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15.7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada 2018.

"Peron sudah 50 persen selesai. Untuk 6 stasiun underground, kurang lebih kita sudah 72 persen untuk konstruksinya. Di luar elektrikal dan yang lain-lainnya ya seperti sistem persinyalan dan track," ujar Direktur Operasional dan Pemeliharaan MRT Jakarta Muhammad Nasyir di MRT CP 104 Project, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/9).

Tahap 2 akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Area Kota sepanjang 8,1 kilometer yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2020.

Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai. Sedangkan untuk Koridor Timur-Barat saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan dan ditargetkan beroperasi pada 2024 hingga 2027.

Untuk fokus proyek di Senayan, tim tengah bergegas mengatasi tantangan-tantangan yang timbul untuk segera dituntaskan.

Tantangan tersebut tentunya yang menjadi salah satu faktor butuh waktu ekstra dalam proses konstruksi.

"Secara teknis sebenarnya tidak terlalu bermasalah. Seperti kita lihat tadi, ada drainase yang harus kita pindahkan. Lalu ada pipa air minum yang mesti kita geser. Ada juga kabel PLN. Kalau semua itu tidak ada, pastinya bisa lebih cepat," ungkap Nasir.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved