YLKI Jelaskan Tanggal Kedaluarsa dalam Kasus Pizza Hut dan Magurame Udon

Jaringan restoran Pizza Hut dan Magurame Udon menggunakan bahan baku yang tanggal kedaluarsanya diperpanjang.

YLKI Jelaskan Tanggal Kedaluarsa dalam Kasus Pizza Hut dan Magurame Udon
www.tokomesin.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH— Masyarakat tidak boleh disajikan makanan dengan bahan baku yang kedaluarsa. Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI), Tulus Abadi, menyebut tindakan tersebut jika benar terbukti, maka melanggar undang-undang nomor 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen.

"Makanan kedaluarsa dan makanan tidak layak dikonsumsi, tidak sepatutnya disajikan dalam sebuah restoran yang ternama sekalipun," ujar Tulus Abadi, kepada wartawan usai ia menghadiri acara diskusi di hotel Sofyan, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016).

Dugaan menyajikan makanan dengan bumbu yang sudah kedaluarsa saat ini tengah ditujukan kepada Pizza Hut dan Magurame Udon, yang merupakan unit usaha dari Sriboga Food Group.

Dalam laporan investegasi BBC Indonesia dan Tempo, terkuak bahwa di jaringan restoran Pizza Hut dan Magurame Udon, digunakan bahan baku yang tanggal kedaluarsanya diperpanjang. Namun dalam laporan tersebut belum bisa dibuktikan dampaknya terhadap kesehatan konsumen. Pihak Pizza Hut dan Magurame Udon pun sudah membantah tudingan tersebut.

Tulus Abadi mengatakan tanggal kadaluarsa seharusnya adalah sesuatu yang tidak boleh diganggugugat. Pasalnya penentuan tanggal tersebut sudah dilalui dengan penelitian sebelumnya. Tanggal tersebut juga ditetapkan untuk menghindari gangguan kesehatan terhadap orang yang mengkonsumsinya.

"Karena zat atau bahan tertentu itu kan sudah dihitung secara teknis mampu bertahana selama berapa bulan, berapa hari, dalam kondisi tertentu. Tidak ada istilah perpanjangan masa kadaluarsa," ujarnya.

Jika memang benar konsumen disajikan bahan-bahan yang tidak layak, dan terbukti Pizza Hut dan Magurame Udon melanggar UU soal perlindungan konsumen, menurut Tulus Abadi dalang dibalik kejadian itu bisa diseret ke meja hijau.

Penulis: z--
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved