Wali Kota Jaksel Ngamuk Lihat ada Plang LSM di Rawa Jati

Apa-apaan LSM maen masang plang saja. Waktu kemarin-kemarin sebelum penertiban kemana saja. Sudah saya suruh bongkar Satpol PP

Wali Kota Jaksel Ngamuk Lihat ada Plang LSM di Rawa Jati
Warta Kota/Bintang Pradewo
Plang nama yang menyebabkan Wali Kota Jaksel mengamuk di Rawajati

WARTA KOTA, PANCORAN - Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi terlihat marah saat mendengar kabar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memasang plang di lokasi pembongkaran RT 09/04 Rawa Jati, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (5/9) pagi. Plang yang bertuliskan tanah itu milik ahli waris Almarhum H.M Zen (Tjong Boey Tjoy) sudah dipasang sejak Minggu (4/9) oleh LSM.

Plang itu menjelaskan berdasarkan Eigendom Verponding tanah itu milik atau atas nama Hajjah Kim (Tjio Kim Tee Nio). Namun, plang itu tidak dihiraukan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan.

"Apa-apaan LSM maen masang plang saja. Waktu kemarin-kemarin sebelum penertiban kemana saja. Sudah saya suruh bongkar Satpol PP," kata Tri, Senin (5/9).

Menurutnya, selain penertiban plang itu, pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memberikan himbauan kepada warga yang masih bertahan disana. Agar mereka melakukan pendaftaran untuk menempati Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda.

"Kami akan berikan tenggat waktu kepada warga yang masih bertahan. Akan kami tertibkan kalau masih berada di trotoar," ucapnya.

Pantauan di lapangan, tampak ratusan aparat gabungan dan Satpol PP mengangkut lapak-lapak dan meja serta peralatan rumah tangga yang masih ditinggalkan pemiliknya di trotoar, Satpol PP juga membongkar tenda-tenda yang digunakan warga untuk bertahan, dan mengangkutnya dengan mobil truk Satpol PP Kecamatan Pancoran.

"Penertiban dan pembersihan jalan umum ini sekaligus membuka jalan yang diblokir warga di ujung jalan Rawajati Barat ini, karena banyak masyarakat yang komplain," ujar Herry Gunara, Camat Pancoran.

Menurutnya, warga masyarakat dan apartemen komplain karena akses masuk ke jalan Rawajati Barat di RT 09 RW 04 diblokir dengan alasan masih banyak warga bekas penertiban yang masih bertahan dengan barang-barang rumah tangganya.

"Semuanya demi ketertiban umum, biar jalanan ini bersih, rapi dan tidak merugikan orang lain, apalagi yang digunakan untuk menaruh barang adalah trotoar," tuturnya.

Sosialisasi

Halaman
12
Penulis:
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved