Breaking News:

Musim Haji 2016

Selama Ditahan di Manila, Jemaah Calon Haji Tidak Diperlakukan Manusiawi

Dubes RI untuk Filipina, Johny Lumintang, Minggu (4/9) mengatakan, selama berada di Filipina, 177 jemaah calon haji yang ditahan diperlakukan buruk.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Jemaah calon haji yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (4/9/2016) 

WARTA KOTA, TANGERANG - Duta Besar RI untuk Filipina, Johny Lumintang pada Minggu (4/9/2016) mengatakan, selama berada di Filipina, 177 jemaah calon haji yang ditahan diperlakukan buruk.

"Perlakuan yang didapatkan para jamaah calon haji kita di sana jelas tidak manusiawi. Saya sudah lihat sendiri kemarin, " kata Johny.

Johny memaparkan, selama kurang lebih tiga pekan ditahan, para jamaah haji ditempatkan di beberapa ruang berukuran yang relatif kecil, sekitar 5 meter x 7 meter.

"Di satu ruangan itu masing-masing ditempatkan 15 orang, tanpa tempat tidur, dan hanya ada satu kamar mandi. Mereka masih dalam kondisi tertekan saat itu, " kata Johny.

Johny memaparkan, pihak KBRI pun akhirnya meminta agar para jamaah calon haji dipindahkan ke lokasi yang lebih layak.

"Akhirnya semua dipindahkan ke KBRI, sebelum akhirnya berhasil dipulangkan hari ini," kata Johny lagi.

Johny menuturkan, para jamaah haji yang mendarat di Jakarta langsung dijemput dan diurus oleh pihak pemerintah daerah masing-masing.

"Selain DKI Jakarta dan Banten, ada yang dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Para kepala daerah sudah datang juga ke bandara untuk mengurus warga mereka masing-masing, " kata Johny.

Sementara itu, jamaah haji warga DKI Jakarta dan Banten langsung diizinkan kembali ke rumah mereka.

Para jamaah calon haji sendiri diturunkan di Common Use Lounge Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Diberitakan sebelunnya oleh Warta Kota, 168 jamaah calon haji yang bermasalah di Filipina akhirnya dideportasi dan dipulangkan pada Minggu (4/9). Dari 168 jamaah, 110 diantaranya diturunkan di Makassar, sementara 58 sisanya di Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara itu, sembilan orang sisanya masih berada di Filipina untuk memberikan keterangan tambahan perihal paspor palsu yang mereka gunakan. Belum ada kepastian kapan sembilan orang ini bisa dipulangkan.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved