Breaking News:

Musim Haji 2016

Begini Cerita Jemaah Haji yang Masih Tertinggal di Filipina

Anton Kapriatna, salah satu dari sembilan jemaah calon haji yang masih tertinggal di Manila, menjelaskan alasan mereka belum bisa pulang ke Indonesia.

Warta Kota/Banu Adikara
Para jemaah calon haji setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/9/2016), dari Manila, Filipina. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Anton Kapriatna (30), salah satu dari sembilan jemaah calon haji yang masih tertinggal di Manila, Filipina menjelaskan bahwa alasan mereka belum bisa pulang adalah karena Pemerintah Filipina masih membutuhkan mereka.

Diberitakan sebelunnya oleh Warta Kota, 168 jamaah calon haji yang bermasalah di Filipina akhirnya dideportasi dan dipulangkan pada Minggu (4/9/2016).

Dari 168 jamaah, 110 diantaranya diturunkan di Makassar, sementara 58 sisanya di Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara itu, sembilan orang sisanya masih berada di Filipina untuk memberikan keterangan tambahan perihal paspor palsu yang mereka gunakan. Belum ada kepastian kapan sembilan orang ini bisa dipulangkan.

"Saya bersama delapan orang lainnya masih di Filipina karena pemerintah Filipina masih butuh keterangan kami terkait kasus pemalsuan paspor ini, " kata Anton dalam telewicara dengan wartawan, Sabtu petang.

Menurut Anton, pemerintah Filipina merasa geram dengan ulah pihak travel yang memasukkan kuota haji dari negara lain secara ilegal.

"Mereka mau mengungkap ini sampai akarnya. Makanya, kami masih diminta bercerita detail. Kebetulan, dari semua jamaah calon haji, kami bersembilan bisa memberikan keterangan dengan bahasa Inggris," kata Anton.

Anton juga mengaku dirinya sama sekali tidak curiga pada awal dia dibawa ke Filipina.

"Saya sadar betul kalau paspor yang diberikan kepada saya adalah paspor Filipina. Tapi saya tidak curiga sama sekali. Soalnya saat mendarat di Filipina, kami masuk lewat jalur resmi. Tidak sembunyi-sembunyi atau lewat jalan belakang," kata Anton.

Anton mengatakan, saat ini ia dan delapan jamaah calon haji lainnya sudah berada di KBRI. "Kami mendapatkan fasilitas yang layak seperti di rumah. Kami berharap bisa segera pulang secepatnya," katanya.

Anton sendiri pergi berdua dengan istrinya, Evi Yulianti (29). Sang istri sudah pulang lebih dulu ke Bogor via Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu siang tadi .

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved