Perampokan

Keluarga Pensiunan Perusahaan Migas Ketakutan Disekap Perampok di Ruang Utama Lantai 2

Rasa kaget dirasakan Asep Sulaiman (63) dan Euis saat dua kawanan perampok senjata api mengedor-gedor kamarnya.

Keluarga Pensiunan Perusahaan Migas Ketakutan Disekap Perampok di Ruang Utama Lantai 2
Warta Kota/Feryanto Hadi
TKP perampokan sebuah rumah mewah di Jalan Bukit Hijau X, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Sabtu (3/9) pagi. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA -- Rasa kaget dirasakan Asep Sulaiman (63) dan Euis saat dua kawanan perampok senjata api mengedor-gedor kamarnya.

Pelaku yang masuk melalui pintu depan dengan menodongkan senjata api terhadap seorang pembantu rumah tangganya (PRT), Rini.

Karena tidak bisa masuk ke dalam kamar korban, kaca kamar milik pensiunan dari Exxon Mobil atau sebuah perusahaan minyak itu. Dimana pemilik yaitu Asep, Euis dan seorang putrinya Safira langsung terbangun.

Ketakutan tampak di wajah korban. Kemudian, para korban yaitu satu keluarga di bawa ke sebuah ruang utama di lantai 2 rumah yang berukuran sekitar 200 meter persegi itu.

Dari sekitar pukul 06.30 WIB, para sandera disekap di ruang besar itu. Sedangkan PRT, Rini disuruh membuatkan indomie oleh pelaku. Saat membuatkan makanan di dapur, PRT itu berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian itu ke pihak sekuriti kompleks perumahan Bukit Hijau, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Dua pelaku masuk dengan cara mengikuti pembantu yang keluar rumah dengan menodongkan dengan senjata api," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Tubagus Ade Hidayat, Sabtu (3/9).

Menurut Ade, kedua pelaku tidak bisa sempat mengambil barang-barang pelaku. Karena pihak kepolisian cepat datang setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan personel dari Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan mengepung rumah tersebut.

Kamera pemantau atau Closed Circuit of Television (CCTV) yang berada di atas rumah diarahkan ke atas oleh pihak kepolisian. Agar pihak kepolisian bisa masuk untuk menyergap pelaku.

"Korban merasa sangat ketakutan saat disekap. Pelaku belum berhasil mengambil barang-barang karena keburu ketangkep," tuturnya.

Sebelumnya para pelaku telah mengambil handphone dan dompet dari korban. Namun, karena panik dikepung ratusan personel kepolisian, para pelaku hanya bisa menyekap pelaku. Bahkan pelaku meminta-minta dengan cara menangis kepada korban untuk membuat surat perjanjian kalau mereka adalah keluarganya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved