Rabu, 22 April 2026

Reformasi Birokrasi

Djarot Naik Sepeda Motor, Ahok Pilih Naik Transjakarta, Ada Apa?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memilih naik motor untuk datang ke kantornya, Balai Kota, Jakarta Pusat.

Editor: Suprapto
Dennis Destryawan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok naik bus Transjakarta, Jumat (2/9). 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memilih naik motor untuk datang ke kantornya, Balai Kota, Jakarta Pusat.

Diketahui hari ini, merupakan Jumat pertama di September. Sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 150 Tahun 2013 yang diteken 30 Desember 2013, Pegawai Negeri Sipil dan pejabat DKI di Balai Kota, tidak diperbolehkan membawa kendaraan pribadi.

Djarot tahu tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi. Tapi motor dipilihnya, demi mengetahui ketepatan waktu dan kenyamanan dalam mengendarai kendaraan roda dua ini.

"Jadi saya mau mencoba bagaimana serunya naik motor. Dan kita bisa melihat kenyamanan dan ketepatan waktu. Makanya yang paling rasional itu sebenarnya naik bus. Baru naik taksi. Itu dari sisi kenyamanan dan ketepatan waktu. Bulan depan saya mau naik bus saja,” ucap Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (2/9/2016).

Djarot pernah menggunakan sepeda, taksi, dan bus. Dia ingin menjajal mana transportasi terbaik, untuk datang ke Balai Kota. Sekaligus, menghitung waktu tempuh kendaraan.

“Iya, kita mau coba lah. Saya naik sepeda pernah, tapi nggak tahan karena kena polusi. Naik taksi pernah, naik bus sering. Sekarang coba naik motor,” kata Djarot.

Dari sekian transportasi yang pernah dia naiki, dia lebih memilih menggunakan bus Transjakarta sebagai alat transportasi menuju kantor pada hari Jumat minggu pertama.

Tapi, bila dilihat dari sisi melihat wilayah DKI Jakarta secara langsung atau blusukan ke kampung-kampung, Djarot lebih ingin mengendarai motor.

“Dari sisi melihat wilayah secara langsung, naik motor itu asik. Kita bisa merasakan perjuangan di jalan raya,” ucap mantan Wali Kota Blitar tersebut.

Dia menceritakan naik motor dari rumah dinas di Jalan Besakih, Menteng, Jakarta Pusat ke Balai Kota membutuhkan waktu sekitar 30-35 menit.

Kemudian setelah memimpin rapat koordinasi pengolahan air limbah Kepulauan Seribu di Balai Kota, Djarot kembali naik motor ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jalan Medan Merdeka Barat.

Djarot naik motor jenis honda matic Vario berwarna putih dengan nomor polisi B 4407 BFW. Ketika ditawarkan untuk naik motor milik patroli pengawal (patwal), dia menyatakan tidak mau.

“Wah aku tidak mau naik motor ini. Kegedean. Yang ini saja,” ucap Djarot

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok semringah mencoba bus Transportasi Jakarta baru dari rumahnya di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.

"Seru loh," ujar Ahok seraya tersenyum di Halte Transjakarta Balai Kota, Jumat (3/9/2016) pagi.

Ahok yang mengenakan batik cokelat turun di Halte Feeder Transjakarta, Balai Kota, Jakarta Pusat. Dia bersama penumpang lain, yang merupakan pegawai Transjakarta, berjalan kaki menuju Balai Kota.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved