Breaking News:

Idris Minta Pihak Orangtua Siswa Titipan yang Tertipu Melapor ke Polisi

Pihak orangtua siswa yang merasa tertipu diharapkan segera melaporkan kasusnya ke pihak berwajib.

Business Nova
Ilustrasi penyuapan dan penipuan dalam penerimaan siswa baru. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad Abdul Shomad meminta dan mempersilakan semua orangtua dan wali murid, yang merasa ditipu, saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2016 lalu, untuk melaporkannya ke polisi.

Apalagi kata Idris, banyak orangtua yang mengaku telah membayar sejumlah uang hingga belasan juta rupiah ke orang tertentu, namun anak mereka tetap tidak diterima ke sekolah negeri.

"Jadi, saya justru minta para orangtua yang merasa tertipu agar lapor ke polisi. Supaya jelas siapa oknum yang sudah menipu dan memintai uang ke wali murid. Sebab kami tidak akan mengakomodir dan menerima siswa titipan," kata Idris, Kamis (1/9/2016).

Apalagi, kata Idris, akibat banyaknya siswa titipan yang tidak diakomodir banyak tudingan dari sejumlah pihak yang menyebutkan pihak sekolah yang telah meminta uang ke wali murid.

"Biar semuanya jelas, siapa yang sudah memintai uang. Sebab selama ini banyak tuduhan ke kepala sekolah negeri kami, dan banyak intimidasi kami terima," kata Idris.

Seperti diketahui ratusan siswa yang orangtua dan walimuridnya mengaku sudah menyerahkan uang hingga belasan juta ke salah seorang atau kelompok, mendesak pihak salah satu SMA negeri di Depok untuk menerima mereka.

Padahal ratusan siswa ini jelas-jelas tidak diterima dalam PPDB secara online, dan kuota siswa di sekolah itu sudah tidak ada.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved