Belum Semua Kuli Angkut di Pasar Induk Kramatjati Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Dari sekitar 1.235 kuli angkut Bapengkar Pasar Induk Kramatjati, baru 857 orang saja yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Belum Semua Kuli Angkut di Pasar Induk Kramatjati Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan menerima santunan kematian. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI -- Dari sekitar 1.235 kuli angkut yang tergabung di Badan Pengelola Bongkar Muat (Bapengkar) Pasar Induk Kramatjati, baru 857 orang saja yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Diharapkan hingga akhir tahun ini seluruh kuli angkut di Pasar Induk Kramatjati jumlah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger, Agung Maryanto mengatakan sejak tahun 2005 hingga saat ini, sedikitnya ada 857 orang yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dimana 612 orang dari sektor informal dan 245 orang lainnya dari sektor formal.

"Untuk pekerja dari non formal, mengikuti program Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja. Sementara untuk pekerja formal ditambah program Jaminan Hari Tua," katanya, Rabu (31/8).

Ia menambahkan untuk besaran iuran per bulan diberikan kemudahan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Begitupun dengan besaran santunan yang diberikan juga disesuaikan dengan program yang diikuti oleh peserta.

"Manfaat yang dterima sudah cukup banyak dimana nantinya semoga bermanfaat untuk ahli waris pada saat meninggal," ungkapnya.

Agung menargetkan kedepan seluruh kuli angkut yang berada di Pasar Induk Kramatjati mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. "Sisanya masih 200-300 orang lagi yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Diharapkan tahun ini seluruhnya bisa ikut menjadi peserta," katanya.

Kepala Seksi Operasi Bapengkar Pasar Induk Kramatjati, H. Muhammad Cholil mengatakan pihaknya akan mendorong agar kuli angkut di tempatnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga kehidupan para kuli angkut tersebut bisa lebih terjamin.

"Cuma ada beberapa kuli angkut yang memang sudah lanjut usianya sehingga menyulitkan untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan karena kan ada batasan usia. Namun yang masih muda-muda kita terus dorong supaya menjadi peserta agar lebih terjamin," ucapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved