Kopi Beracun

Belum Dipastikan Mirna Tewas Karena Sianida, Otto: Jangan Dipaksakan

Kalo penyebab kematiannya tidak bisa dipastikan karena sianida, berarti kan nggak ada kasus. Kan kasus ini ada karena ditemukan adanya mati itu (Mirna

Belum Dipastikan Mirna Tewas Karena Sianida, Otto: Jangan Dipaksakan
Rangga Baskoro
Pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso yakni Otto Hasibuan menanggapi wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kemayoran. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Belum dapat dipastikannya penyebab kematian Wayan Mirna Salihin karena sianida, Kuasa Hukum terdakwa, Otto Hasibuan menilai jika kasus yang menjerat kliennya, Jessica Kumala Wongso harus dihentikan.

Dirinya pun meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memaksakan dakwaan.

Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan usai menjalani sidang lanjutan yang menghadirkan dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Budi Sampurna sebagai saksi ahli forensik di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (31/8).

Menurutnya, kesaksian Budi telah sangat memaparkan jika penyebab kematian korban belum dapat dipastikan karena sianida.

Sebab, yang dapat membuktikan penyebab utama kematian adalah autopsi, proses yang tidak dilakukan terhadap Mirna pasca dinyatakan tewas di Rumah Sakit Abdi Waluyo pada Rabu (6/1).

"Bagi kita menjadi terang benderang, sekarang dia (Budi-red) mengatakan bahwa untuk memeriksakan kematian itu hanyalah autopsi, jadi apabila tidak dilakukannya autopsi, tidak bisa dipastikan sebab kematian korban," jelasnya.

"Kalo penyebab kematiannya tidak bisa dipastikan karena sianida, berarti kan nggak ada kasus. Kan kasus ini ada karena ditemukan adanya mati itu (Mirna-red) karena sianida, jadi kalo matinya tidak bisa ditegakkan karena sianida, ya otomatis kasus sebenernya harus gugur. Tapi kan ini pendapat, kita lihat bagaimana pendapat hakim," jelasnya.

Sementara, apabila kematian bukan dikarenakan sianida, menurutnya hal itu menjadi kewajiban jaksa untuk membuktikan perkara. Hanya saja, lanjutnya, penyebab kematian korban jangan dipaksakan lantaran mengacu pada dakwaan.

Sebab, sejumlah tanda kematian sianida seperti berry red atau ruam merah akibat berubahnya warna darah yang terkontaminasi sianida tidak ditemukan.

Sementara, bibir korban berwarna biru yang semula diduga akibat pecahnya pembuluh darah akibat keracunan juga dikatakannya tidak benar.

"Harus diingat loh jangan dipaksakan sebab kematian korban, itu kewajiban jaksa untuk membuktikan kematian korban karena sianida. Ternyata ahli ini yang mengajukan bukan kami loh, yang mengajukan ini adalah JPU, nah saksi ini sendiri yang mengatakan bahwa kematian tidak bisa dipastikan karena sianida, hanya gejalanya sama dengan kasus sianida," jelasnya.

"Harus dipastikan karena sianida dan gejala umum juga selama ini kan kita terkecoh, biru ya dibilang sianida di mulut, tapi dia bilang tadi biru itu bukan karena sianida, biru itu karena oksigen tidak sampai ke otak sehingga biru," tutupnya menambahkan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved