45 Ahli Waris Kuli Angkut Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 45 ahli waris kuli angkut peserta BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, telah menerima santunan.

45 Ahli Waris Kuli Angkut Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan menerima santunan kematian. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI -- Sebanyak 45 ahli waris kuli angkut peserta BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, telah menerima santunan.

Jumlah itu terhitung sejak kerjasama dilakukan pertama kali antara Badan Pengelola Bongkar Muat (Bapengkar) di Pasar Induk Kramatjati dengan BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2005 silam.

Salah seorang ahli waris, Sri Kusyani (40) memperoleh santunan jaminan kematian atas nama suaminya, Suparmin yang telah bekerja sebagai kuli angkut di Pasar Induk Kramatjati sejak lebih dari 10 tahun silam.

Santunan senilai Rp 24 juta itu rencananya akan dijadikan modal untuk menghidupi ketiga anaknya.

"Nantinya uang ini buat usaha kecil-kecilan, jualan sembako di rumah. Sekarang kan saya harus bekerja sendiri untuk menghidupi ketiga anak-anak saya," ungkap warga Purwodadi tersebut, Rabu (31/8).

Kepala Seksi Operasi Bapengkar Pasar Induk Kramatjati, H. Muhammad Cholil mengatakan pihaknya berharap mudah-mudahan apa yang sudah diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi pengganti almarhum yang telah meninggalkan istri dan anak-anaknya.

"Mudah-mudahan yang tergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan hasilnya bisa dinikmati ahli warisnya dan mudah-mudahan bisa melanjutkan untuk memberikan nafkah," katanya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger, Agung Maryanto mengatakan pihaknya berharap dengan diserahkan santunan jaminan kematian tersebut, hal itu bisa dimanfaatkan untuk kehidupan selanjutnya.

"Muudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan kehidupan dan bisa bekerja untuk kegiatan ekonomi," ungkapnya.

Agung menjelaskan hingga saat ini sudah ada 45 orang ahli waris yang telah menerima santunan dari pihaknya.

"Jumlah tersebut terhitung sejak tahun 2005 kemarin. Khusus untuk klaim, jumlahnya berbeda-beda setiap peserta," ujarnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved