Djibril Empat Jam Kerjakan Soal Psikologi, Kasus Pembunuhan Akseyna

Djibril mengatakan, dia diperiksa di bagian psikologi Polda Metro Jaya. Gedungnya terpisah dari tempat penyidik Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Djibril Empat Jam Kerjakan Soal Psikologi, Kasus Pembunuhan Akseyna
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Rekan dekat Akseyna menjalani pemeriksaan psikologi di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Selasa (30/8/2016) siang. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Rekan Akseyna, Djibril, yang dicurigai polisi sebagai pembunuhnya, mengerjakan soal psikologi selama 4 jam di Polda Metro Jaya, Selasa (30/8/2016).

Djibril mengatakan, dia diperiksa di bagian psikologi Polda Metro Jaya.

Gedungnya terpisah dari tempat penyidik Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

"Tadi saya disuruh mengerjakan soal-soal begitu. Ada banyak," kata Djibril kepada Wartakotalive.com, usai menyelesaikan soal tesnya.

Namun, kata Djibril, paling banyak soal tes itu berupa gambar. Djibril diminta menggambar berbagai hal di dalam soal itu.

Djibril mengaku ini merupakan pemeriksaan pertamanya di tahun 2016 ini. "Saya terakhir dipanggil ke Polda Metro Jaya bulan November 2015 lalu. Itu untuk di BAP. Setelah itu tidak dipanggil lagi. Baru hari ini saya dipanggil lagi," kata Djibril sambil tersenyum.

Selain itu, Djibril mengaku dia kini sudah tak berpindah-pindah rumah kos atau dibawah perlindungan UI lagi.

Dulu saat kasus pembunuhan Akseyna ramai dan menyudutkan Djibril pada tahun 2015, dia pernah dipindah dari rumah kos ke asrama putera FHUI.

"Sekarang saya sudah ngga di asrama lagim Saya ngontrak sekarang," kata Djibril.

Usai menjalani pemeriksaan, Djibril pulang sendiri. Kedua pengacara dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Indonesia sudah lebih dulu pulang.

Kasus pembunuhan Akseyna sudah 1 tahun lebih ini statusnya ditingkatkan ke penyidikan. Tapi sampai kini polisi belum dapat menetapkan tersangka.

Kasus ini berawal pada 26 Maret 2015 lalu. Ketika itu jenazah Akseyna ditemukan mengambang di danau Kenanga UI.

Tapi saat itu tak diketahui identitasnya. Baru diketahui identitasnya 4 hari kemudian, Senin 30 Maret 2015.

Djibril kemudian tersudut dan diduga-duga sebagai pembunuhnya.

Dia sempat menunjukkan berbagai gerak-gerik mencurigakan usai penemuan jenazah tanpa identitas di danau Kenanga UI.

Gerak-gerik itu, antara lain Djibril sempat datang ke kos Akseyna, menemukan surat wasiat Akseyna dan menginap di kos Akseyna.

Sejak itulah Djibril tersudut. Dan sampai kini polisi masih terus memeriksanya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy Febriyanto Kurniawan membenarkan soal pemeriksaan Djibril.

"Ini dilakukan untuk membuat terang  perbuatan pidana dan menemukan tersangka," kata Hendy ketika dihubungi Wartakotalive.com, pagi ini.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved