Kopi Beracun

Jenazah Mirna Tidak Diatopsi karena Ayah Korban Tidak Bersedia

Kematian Mirna yang mendadak, Ardianto mengaku pada awalnya mencurigai jika Mirna tewas bukan diracun, tetapi akibat pembuluh darah di otak yang pecah

Jenazah Mirna Tidak Diatopsi karena Ayah Korban Tidak Bersedia
Kahfi Dirga Cahya
Keluarga Wayan Mirna Salihin menonton persidangan Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Usai dinyatakan meninggal dunia oleh dokter Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Abdi Waluyo, Prima Yudho pada Rabu (6/1) pada pukul 18.30 WIB, jenazah Wayan Mirna Salihin yang terbaring di UGD tidak dilakukan autopsi.

Pihak dokter hanya mengambil sampel cairan lambung Mirna karena pihak keluarga, khususnya ayahanda korban, Darmawan Salihin mencurigai bila anaknya meninggal dunia akibat diracun.

Keterangan tersebut disampaikan oleh dokter UGD Rumah Sakit Abdi Waluyo, Ardianto yang dihadirkan dalam sidang lanjutan atas kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (29/8).

Dalam kesaksiannya, guna mencari tahu sebab kematian Mirna, dirinya sempat menyarankan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Mirna kepada Darmawan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Tetapi kala itu, lanjutnya, ayah korban katanya tidak bersedia dan hanya menginginkan cairan dalam lambung Mirna diambil, sebab sebelum akhirnya tewas, Mirna diketahui meminum es kopi Vietnam di Cafe Olivier West Mall Grand Indonesia pada Rabu (6/1) lalu.

"Saya sempat sarankan untuk autopsi di rumah sakit lain (RSCM-red), karena di sini (Rumah Sakit Abdi Waluyo-red) tidak memadai. Saya sudah sampaikan ke keluarga pasien kalau memang merasa janggal bisa kami rujuk ke RSCM. Tapi ayah pasien menolak, di satu sisi merasa anaknya ini diracun, makanya kami ambil cairan lambung," ungkapnya.

Sementara itu, terkait kematian Mirna yang mendadak, Ardianto mengaku pada awalnya mencurigai jika Mirna tewas bukan diracun, tetapi akibat pembuluh darah di otak yang pecah.

Hal tersebut diyakininya berdasarkan ciri-ciri fisik korban, yakni wajah pucat dengan warna bibir yang membiru.

"Saya tawarkan CT Scan karena saya pernah juga tangani pasien pembuluh darah pecah dengan kondisi seperti ini. Tapi setelah di-CT Scan hasilnya menunjukkan kalau pembuluh darah Mirna normal," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sidang lanjutan atas kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali menghadirkan saksi fakta dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (29/8).

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved