Minggu, 19 April 2026

Rekayasa Lalu Lintas

Ini Rekomendasi Dishub DKI Sebelum Pemberlakuan Ganjil-Genap

Ujicoba ganjil genap menunjukkan hasil positif. Tetapi Dishub DKI memiliki beberapa rekomendasi sebelum pemberlakuan dimulai pada 30 Agustus 2016.

Rangga Baskoro
Kebijakan genap ganjil yang diberlakukan di jalan protokol terus diberlakukan. Sesuai dengan tanggal pada kalender, hari ini pelarangan dilakukan terhadap mobil perplat ganjil. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Ujicoba ganjil genap menunjukkan hasil positif. Tetapi Dinas Perhubungan DKI Jakarta memiliki beberapa rekomendasi sebelum pemberlakuan dimulai pada 30 Agustu 2016.

Kepala Bidang MRLL Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Priyanto, mengatakan, perlu ada perbaikan jalan di beberapa ruas jalan tertentu.

"Lalu perlu juga pemasangan rambu lalu lintas di beberapa titik, penempatan anggota dan penegakan hukum," kata Priyanto ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (25/8/2016) sore.

Rambu lalu lintas ini, kata Priyanto, yakni berupa pencabutan rambu-rambu bekas 3 in 1 yang masih terpasang.

Sementara itu, hasil evaluasi ujicoba ganjil-genap (GaGe) selama 27 Juli - 23 Agustus menunjukkan hasil positif. Terlihat dari beberapa.

Pertama, waktu perjalanan mengalami penurunan rata-rata sekitar19 persen pada ruas jalan yg diberlakukan pembatasan GaGe dari arah utara ke selatan (sebaliknya) dan timur ke barat (sebaliknya).

Kedua, kecepatan kendaraan meningkat rata-rata sekitar 20 persen pada ruas jalan yg diberlakukan pembatasan GaGe dari arah utara ke selatan (sebaliknya) dan timur ke barat (sebaliknya).

Ketiga, volume lalu secara keseluruhan terjadi penurunan rata-rata sekitar 15% di 4 lokasi titik pengamatan.

"Artinya berkurangnya volume lalu lintas akan berkurang kepadatan sehingga meningkatkan kelancaran lalu lintas. Dengan demikian kecepatan meningkat, kata Priyanto.

Bertambah baik, ujar Priyanto, pelayanan Transjakarta tambah produktif dengan menurunnya waktu tunggu bus di tiap halte.

Di koridor I, pagi hari dari waktu tunggu selama 4 menit menjadi hanya 2 menit. Saat sore hari waktu tunggu tetap, tiga menit.

Di koridor VI, waktu tunggu di pagi hari menurun dari 7 menit jadi 5 menit. Begitu pula di sore hari.

Di koridor IX, waktu tunggu di pagi hari menurun dari 8 menit jadi 7 menit. Di sore hari menurun dari 10 menit menjadi 8 menit.

Hal ini, kata Priyanto, berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah penumpang Transjakarta.

Di koridor I (Blok M-Kota), meningkat 32,57 persen. Jumlah penumpang tadinya hanya 53.444 penumpang per hari menjadi 70.850 penumpang per hari.

Di koridor VI (Ragunan-Dukuh atas), meningkat 27,17 persen. Dari 22.518 penumpang menjadi 28.636 penumpang per hari.

Di koridor IX (Pinangranti-Pluit), meningkat sebanyak 30,55 persen. Dari 32.301 penumpang menjadi 42.170 penumpang per hari.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved