Olimpiade Rio 2016

Kembalinya Tradisi Emas Bulutangkis di Indonesia

Medali emas yang diraihTontowi Ahmad dan Liliyana Natsir di Olimpiade Rio 2016 merupakan medali emas ke tujuh yang diraih Indonesia.

Kembalinya Tradisi Emas Bulutangkis di Indonesia
Warta Kota/Nur Ichsan
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir setibanya di halaman kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (23/8/2016) malam, mendapat sambutan hangat dari masyarakat. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Medali emas yang diraih pasangan ganda campuran bulutangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir di Olimpiade Rio 2016 merupakan medali emas ke tujuh yang diraih Indonesia.

Medali emas ke tujuh ini sekaligus menghapus puasa gelar Indonesia di perhelatan Olimpiade cabang bulutangkis.

Indonesia sendiri tercatat tidak pernah absen mendapat medali emas Olimpiade sejak tahun 1992.

Dua medali emas pertama Indonesia di cabang bulutangkis diraih 22 tahun silam di Olimpiade Barcelona 1992.

Saat itu, legenda bulutangkis Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma mendapatkan medali emas di cabang tunggal puteri dan tunggal putera.

Empat tahun berselang, giliran pasangan ganda putera Ricky Subagdja dan Rexy Mainaky membawa pulang medali emas usai menjuarai Olimpiade Atlanta 1996.

Ganda putera Indonesia yang diwakili Tony Gunawan dan Candra Wijaya kembali mengharumkan nama bangsa di Olimpiade Sydney 2000.

Tahun 2004 di Athena, Yunani, Taufik Hidayat membuat Indonesia bersorak setelah berhasil memboyong medali emas ke Tanah Air.

Gelar medali emas Olimpiade terakhir diraih pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Markis Kido di Olimpiade Beijing 2008.

Halaman
12
Penulis: z--
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved