Pradi Apresiasi Pelimpahan Kasus Korupsi Baju Seragam SD di Depok ke Kejati Jabar

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengapresiasi kinerja penyidik Polda Metro Jaya yang melimpahkan kasus korupsi pengadaan baju seragam ke Kejati.

Pradi Apresiasi Pelimpahan Kasus Korupsi Baju Seragam SD di Depok ke Kejati Jabar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna saat melakukan tes urine, usai memberi sambutan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok, di Lantai 10 Gedung Dibaleka II, Kompleks Balai Kota Depok, Jumat (24/6). 

WARTA KOTA, DEPOK - Waki Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku mengapresiasi kinerja penyidik kepolisian dari Polda Metro Jaya yang telah melimpahkan kasus korupsi pengadaan baju seragam SD di Depok ke Kejati Jabar, Senin (22/8/2016) ini.

Dana pengadaan baju seragam dan sepatu SD yang dikorupsi ini berasal dari dana bantuan sosial (Bansos) di anggaran APBD dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2014 lalu senilai Rp 15,8 Miliar.

Diduga ada kerugian negara sebesar Rp 3,6 milliar dalam kasus ini.

"Kami mengapresiasi kinerja kepolisian yang merampungkan kasus ini dan telah melimpahkannya ke Kejati Jabar," kata Pradi, di Depok, Senin (22/8/2016).

Menurutnya sejak awal, pihaknya berkomitmen membantu kepolisian untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

"Kami juga sudah minta semua jajaran di Pemkot Depok memberikan keterangan yang sebenarnya ke penyidik untuk ungkap kasus ini," kata Pradi.

Sebab kata dia diketahui ada dua tersangka dari tiga tersangka kasus ini, yang saat korupsi terjadi masih menjabat sebagai pegawai negeri sipil di Depok.

Yakni Didi Suryadi, mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dinas Pendidikan Kota Depok, serta DE tim pemeriksa barang.

Kasus ini sendiri menyeret tiga tersangka yang telah ditetapkan Polda Metro Jaya, yakni mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dinas Pendidikan Kota Depok, serta DE tim pemeriksa barang dan Agus Sulaeman, pengusaha rekanan Disdik Depok, selaku pemenang tender.

Sebelumnya Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengaku telah bekerjasama dengan penyidik kepolisian dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya atas pengungkapan kasus ini.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved