Breaking News:

Koran Warta Kota

Jemaah Haji Indonesia Stres di Tahanan Imigrasi Filipinan

Sejumlah jemaah haji asal Indonesia dikabarkan mengalami stres di rumah tahanan Imigrasi Filipina.

Editor: Suprapto
dok.Warta Kota
Jemaah haji asal Indonesia stres di tahanan imigrasi Filipina. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Dari 177 calon jemaah haji asal Indonesia yang ditahan Imigrasi Filipina sejak Jumat (19/8) dini hari, 100 orang di antaranya perempuan. Sebagian dari mereka dikabarkan mengalami stres di rumah tahanan Imigrasi Filipina.

Sumber Warta Kota, kemarin, mengatakan bahwa sebagian jemaah terutama perempuan menangis ketika beberapa petugas dari KBRI mengunjunginya. Lima puluh persen dari para tahanan itu berasal dari Sulawesi Selatan, sisanya dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Jambi, Riau, Sumbawa, DI Yogyakarta, Banten, serta Lampung,

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya terus mengupayakan agar para tahanan itu bisa dibebaskan. "Sejak awal upaya yang kita lakukan arahnya menempatkan WNI sebagai korban," ungkap Iqbal.

Mereka, kata Iqbal, fokusnya cuma mau cari jalan naik haji. Namun tentu hal itu tidak berlaku bagi WNI yang terbukti terlibat dan menjadi bagian dari sindikat tersebut.

Menurut Iqbal, pada Sabtu malam (20/8), verifikasi verbal terhadap WNI yang ditahan di Dentensi Imigrasi Camp Bagong Diwa Bicutan, Manila, telah rampung. "Pemeriksaan itu dilakukan dengan bantuan tim KBRI dan dua orang dari tim pusat," kata dia.

Iqbal pun menyebutkan, secara umum kondisi 177 WNI tersebut baik. "KBRI telah memasok kebutuhan logistik harian para WNI, seperti makanan, minuman, obat-obatan, pakaian, dan perlengkapan sanitasi," ungkap dia.

Selain itu, KBRI Manila juga telah membentuk tim piket. "Agar on daily basis bisa memantau keadaan seluruh 177 WNI di detensi imigrasi dan stand by non stop," kata Iqbal. Menurut dia, kebijakan ini diambil untuk merespons setiap perkembangan yang membutuhkan penanganan secara cepat.

Seperti diketahui, ke-177 WNI ditahan pihak imigrasi Filipina saat hendak terbang ke Madinah, Arab Saudi menggunakan pesawat Philippine Airlines (PAL) dengan nomor penerbangan PR 8969 di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA), Manila, pada Jumat (19/8) dini hari. Mereka semua hendak menjalankan ibadah haji.

Meloby

Pemerintah Indonesia terus melobi pemerintah Filipina. Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, mengemukakan, pihaknya akan menangani persoalan ini dengan komprehensif sesuai dengan peraturan perundangan Indonesia maupun Filipina. "Kita harus tangani ini dengan sangat hati-hati agar jangan sampai juga orang yang menjadi korban banyak dirugikan," ucap Fachir di Atrium Senayan City, Jakarta Pusat, Jakarta, Minggu (21/8).

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved