Breaking News:

Musim Haji 2016

Hidayat Nur Wahid Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Kuota Haji

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyarankan pemerintah melakukan komunikasi efektif dengan pihak Saudi Arabia untuk mengkaji ulang sistem kuota haji

Editor: Hertanto Soebijoto
Guardian
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji di Baitullah. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyarankan pemerintah melakukan komunikasi efektif dengan pihak Saudi Arabia untuk mengkaji ulang sistem kuota haji.

"Saya prihatin sebagai warga Indonesia bisa dibujuk melakukan haji namun paspornya bermasalah. Menurut saya penting untuk intervensi negara. Negara melakukan komunikasi efektif pada pihak Saudi Arabia untuk mengkaji ulang soal sistem kuota," kata dia di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Pengkajian ini memungkinkan pemerintah Saudi Arabia memetakan kuota haji dari berbagai negara yang tak terpakai.

Kuota yang tak terpakai ini nantinya bisa digunakan negara yang calon jamaah hajinya yang melebihi jatah kuotanya.

"Untuk memetakan negara-negara yang kuotanya tidak terpakai itu dialihkan pada negara-negara yang sangat banyak (jumlah calon jamaah hajinya)," tutur Hidayat.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat agar tak mudah tertipu buju rayu.

"Supaya jangan mudah dibujuk rayu. Karena kalau paspor pasti bermasalah. Alangkah baiknya bila Indonesia memainkan perannya untuk melindungi warga negaranya yang mendapatkan penipuan," kata Hidayat.

Sebelumnya, sebanyak 177 WNI ditangkap pihak imigrasi Bandara Internasional Manila karena menggunakan paspor palsu, Sabtu (20/8/2016) lalu. Ke-177 jamaah itu akhirnya ditahan dan diperiksa pihak imigrasi Filipina. (Antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved