Pencurian

Sistem Pengisian Pulsa Indomaret Diretas

NR menyedot pulsa dari sistem itu sebesar Rp 11,6 juta. Lalu menjualnya lagi dengan harga murah.

Sistem Pengisian Pulsa Indomaret Diretas
bbc.co.uk
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Sistem pengisian pulsa Indomaret, diretas oleh pria berinisial NR, warga Tulungagung, Jawa Timur.

NR menyedot pulsa dari sistem itu sebesar Rp 11,6 juta. Lalu menjualnya lagi dengan harga murah.

Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sudah meringkus NR, Minggu (14/8). Dia diringkus di kampung halamannya di Tulungagung, Jawa Timur.

Kasubdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Roberto Gomgom Pasaribu, mengatakan, NR meretas sistem pengisian pulsa di 13 unit Indomaret di Kalimantan dan Jawa Timur.

Roberto mengatakan, NR meretas sistem POS pengisian pulsa dengan menggunakan alamat server pusat.

"Selanjutnya NR masuk ke server cabang dan langsung menjalankan aplikasi POS pengisian pulsa," kata Roberto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (18/8).

Kemudian sistem berjalan sendiri mengikuti perintah untuk melakukan pengisian pulsa ke nomor handphone.

Setelah berhasil mengumpulkan pulsa dari 9 cabang minimarket, tersangka mengendapkannya di 13 nomor provider.

Selanjutnya tersangka NR kemudian menjualnya kembali di forum jual-beli online. Harganya miring. Pulsa Rp 100.000 ia jual seharga Rp 80.000.

Barang bukti yang diamankan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya diantaranya,1 (satu) buah KTP, 2 (dua) buah buku tabungan, 2 (dua) buah kartu ATM ,17 (tujuh belas) buah Sim Card dengan berbagai macam Provider, 1 (satu) unit Laptop, 1 (satu) unit HP Blackberry, 2 (dua) unit Hp Merek Iphone.

Akibat perbuatannya, tersangka NR telah melanggar Tindak pidana di bidang ITE dan atau pencurian melalui media elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat (1) Jo pasal 46 ayat (1) dan atau pasal 30 ayat (2) Jo pasal 46 ayat (2) dan atau pasal 30 ayat (3) Jo pasal 46 ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 362 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800 juta.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved