Rabu, 8 April 2026

Seni Bela Diri Campuran

Resmi, Indonesia Menjalin Kerjasama Beladiri dengan Singapura

Menjadi olahraga beladiri modern, Mixed Martial Arts membuat terjadinya jalinan kerjasama antar Indonesia dengan Singapura dalam pembentukan atlet

Alija Berlian Fani
Fransino Tirta, CEO One Pride atau ajang kompetisi MMA terbesar di Indonesia saat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Singapura terkait pertukaran pelatih antar kedua belah pihak. 

SETIABUDI, WARTA KOTA -- Menjadi olahraga beladiri modern, Mixed Martial Arts (MMA) membuat terjadinya jalinan kerjasama antar Indonesia dengan Singapura dalam pembentukan atlet.

Seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan MMA adalah olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan.

Dalam kerjasama kedua belah negara ini, ditujukan untuk membantu mengembangkan kemampuan para atlet dengan latih tanding ataupun peminjaman kepelatihan.

"Dalam kesepakatan yang terjadi, nanti akan ada pertarungan pertarung dalam negeri dengan petarung Singapura. Bisa dalam kompetisi lokal atau kompetisi di sana," kata Fransino Tirta, CEO One Pride atau ajang kompetisi MMA terbesar di Indonesia.

Bentuk kerjasama yang ditanda tangani dalam Memorandum of Understanding (MoU) menurutnya juga bisa terjalin dengan pertukaran pelatih antar kedua belah pihak.

"Nanti bisa didatangkan pelatih dari luar, supaya mereka (petarung dalam negeri) dapat merasakan bagaimana latihan berkelas internasional," ujarnya saat ditemui dalam audisi petarung Jakarta, di Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8).

Penandatanganan nota kesepemahaman ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi atlet beladiri dalam menunjukan bakat dan keahliannya di mata dunia. (Alija Berlian Fani)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved