Koran Warta Kota

Risma: Warga Surabaya Tersinggung

"Aku juga warga Surabaya yang punya harga diri," kata Risma saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya, Kamis (11/8) petang.

Editor: Suprapto
istimewa
Meme tentang Teman Ahok yang beredar di media sosial setelah Ahok menyatakan akan maju lewat jalur parpol. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut keberhasilan Surabaya membangun pedestrian adalah keberhasilan kecil karena wilayah Surabaya hanya seukuran Jakarta Selatan, bisa saja membuat warga Surabaya tersinggung.

"Aku juga warga Surabaya yang punya harga diri," kata Risma saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya, Kamis (11/8) petang.

Menurut Risma, persoalan ini terpisah dengan soal pencalonan dalam Pilkada DKI 2017. "Ini bukan persoalan pencalonan gubernur, tapi sudah harga diri warga Surabaya," tegasnya.

Beberapa hari terakhir, isu perbandingan antara trotoar Jakarta dan Surabaya yang kondisinya berbeda memang menjadi sorotan di dunia maya. Surabaya dinilai berhasil menata trotoar dan membersihkannya dari PKL.

Hal itu membuat Ahok tidak terima dengan sejumlah alasannya. "Jakarta beda banget sama Surabaya. Surabaya trotoarnya sudah rapi, Jakarta kok belum? Kita akan jelaskan kepada masyarakat, Surabaya itu cuma Jakarta Selatan. Gitu loh," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/8).

Ucapan itu rupanya menyinggung Risma. "Ini bukan masalah bagus atau tidak. Surabaya itu uangnya (APBD) Rp 7 triliun, Jakarta katanya Rp 64 triliun. Tapi kami mengelola secara efisien. Dan di bawah trotoar itu ada yang mahal, ada box culvert," tegasnya.

Demikian pula untuk ukuran juga jangan meremehkan Surabaya. Jakarta memiliki luas 661.5 Km2 sedangkan Surabaya seluas 374,8 Km2. Untuk itu Risma marah ketika Surabaya dianggap seluas Jakarta Selatan.

"Luas kami separuh Jakarta, Pak Ahok dibantu 5 walikota. Aku sendiri di Surabaya. Fakta ini harus kusampaikan. Itu orang sombong. Warga Surabaya bisa marah dihina begitu. Aku kalau ngomong ya berbasis data," jawab Risma. (Ant/Tribun)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved