Selasa, 21 April 2026

Dijemput Gratis dengan Jali-jali, Warga Petojo Senang Tidak Bayar Sampah Lag

Jali-jali, layanan jemput sampah langsung di rumah warga, yang diusung oleh Lurah Petojo Selatan, Imam Sumargono secara langsung disambut baik.

Warta Kota/Fitiyandi Al Fajri
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Program jali-jali, layanan jemput sampah langsung di rumah warga, yang diusung oleh Lurah Petojo Selatan, Imam Sumargono secara langsung disambut baik oleh warga RW 02 Petojo Selatan.

Bukan hanya karena lingkungan menjadi bersih, alasan lainnya juga karena warga tidak harus membayar uang sampah bulanan lagi.

Perasaan gembira warga seperti yang disampaikan oleh Mira (48) warga setempat. Ibu rumah tangga itu menilai jika penerapan Jali-jali sangat tepat mengingat sampah yang dihasilkan warga tidak sebanding dengan jumlah petugas kebersihan yang bertugas.

Karenanya, tidak heran baginya bila tumpukan kantong plastik berisi sampah kerap terlihat di pagi hari di depan masing-masing rumah warga ataupun pojok jalan.

Alasan tersebut pun yang dijadikan warga untuk sengaja membuang sampah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) seperti di Pasar Tomas.

"Kalau dijemput kan lebih bagus, soalnya karena tukang sampahnya sedikit, kadang-kadang sampah di rumah bisa dua sampai tiga hari baru diangkat. Karena sampah numpuk gitu, warga jadinya sengaja buang sendiri ke penampungan sampah di pasar (Tomas-red)," ungkapnya.

Terlepas dari bersihnya lingkungan, Wishnu (38) warga RW 02 Petojo Selatan lainnya menilai jika program tersebut juga menguntungkan warga dari sisi pembiayaan. Sebab, pelaksanaan layanan jemput bola gratis tersebut secara langsung menghapuskan biaya sampah bulanan yang sebelumnya wajib dibayarkan warga sebesar Rp 50.000 per bulan.

"Kalau (program-red) beneran jalan ya jelas nguntungin warga, soalnya kan gratis, jadi biaya sampah bulanan nggak harus dibayar lagi. Kan lumayan juga duit sampah itu buat belanja yang lain," jelasnya sumringah.

Seperti diketahui sebelumnya, lantaran sedikit warga yang mau menjadi petugas kebersihan, Kelurahan Petojo Selatan, khususnya RW 02 kekurangan tenaga untuk mengumpulkan sampah. Akibatnya sejumlah titik penampungan sampah liar bermunculan, seperti yang terlihat di sekitar Pasar Tomas, Jalan Cideng Timur ataupun di beberapa sudut permukiman warga Jalan Tanah Abang ataupun serta Jalan Petojo Enclek.

Terkait hal tersebut Lurah Petojo Selatan, Imam Sumargono menerapkan program Jali-jali, yakni sistem jemput sampah di rumah warga. Sehingga petugas akan menyambangi rumah warga yang tersebar di 15 RT wilayah RW 02 untuk mengambil sampah secara bergiliran.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved